Satgas Cianjur Klarifikasi Soal Kenaikan Kasus Covid-19

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal

RADARCIANJUR.com- Kabupaten Cianjur sempat dikabarkan mengalami kenaikan angka kasus Covid-19 dan masuk dalam kota kabupaten se-Jawa Barat yang mengalami peningkatan. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam Rapat Virtual Komite Kebijaksanaan Penanganan Covid- 19 wilayah Jabar, Senin (31/5).

Menurut RK, Ketiga daerah dengan kasus tersebut yakni Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Garut. Hal ini disebabkan kebocoran arus mudik Lebaran.

“Saya meningatkan tim di Satgas Cianjur, Bogor dan Garut untuk memperhatikan kenapa kasusnya tinggi dan kesembuhannya rendah, apakah penularan kurang teranstisipasi atau obatnya juga kurang maksimal sehingga sembuhnya lama. Karena yang lain kasus aktifnya 10 persen. Cianjur 49 persen, Bogor 47 persen, Garut 27 persen. saya kira ini sangat tinggi sekali. Rabu saya perintahkan pak sekda dan jajaran untuk melakukan antisipasi dan koreksi,” ujarnya.

Jubir Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengklarifikasi hal yang disampaikan gubernur. Saat itu, Yusman mengatakan data angka kesembuhan di Cianjur menurut New All Record (NAR) memang 50 persen.

“Tapi, saat ini kita sudah berhasil rekonsiliasi data itupun kita sudah lakukan ipaya konsolidasi dan konsultasi dengan Dinkes Jabar dan tentunya dengan temen-temen puskesmas sebagai penginput data,” ungkapnya.

Yusman menyebut pihaknya berhasil memperbaharui data terbaru di sistem NAR. Maka, angka kesembuhan di Cianjur mencapai 94,89 persen.

“Ini sedikit miss di data karena kita yakin angka kesembuhan Cianjur baik dan ranking pun Cianjur di tengah-tengah,” jelasnya.

Pihaknya menyebut ada sedikit permasalahan dalam pembaharuaan data. Yusman mengatakan, bukan berarti puskesmas tidak menginput data tapi memprioritaskan aplikasi lain.

“Ini masalah internal untuk update data karena saya rasa data riil kabupaten sama dengan pusat,” paparnya.

“Kedepan menjadi konsen kita untuk menggunakan data NAR tidak lagi pikobar, walau akan diinput juga di Pikobar,” sambungnya. (kim)