Retana Cianjur Akan Dijadikan Model Relawan Bencana di Kabupaten Kota Jabar

PENINJAUAN: Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan meninjau bencana longsor di Kampung Cingkeuk Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber. Foto : Bayu Nurmuslim / RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mengapresiasi penanganan bencana yang dilakukan pemerintah Kabupaten Cianjur.

Seperti diketahui bencana longsor terbaru menerjang wilayah di Kecamatan Cibeber menyebabkan Kampung Cingkeuk Desa Cibokor terdampak akibat material longsor, sehingga menyebabkan 214 jiwa turut dievakuasi.

Kalak BPBD Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi penanganan bencana yang dilakukan pemerintah Kabupaten Cianjur dengan sangat baik.

“Informasi ini kami terima dari Gubernur Jawa Barat dan intruksi segera ke lapangan dengan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cianjur, dan dari peninjauan ini kami apresiasi setiap bentuk penanganan bencana kepada Bupati dan BPBD Cianjur,” katanya.

Dani mengaku, senang dengan organisasi relawan yang dibentuk BPBD Kabupaten Cianjur di setiap Desa sehingga siaga dalam penanganan bencana.

“Relawan tangguh bencana (Retana) di setiap Desa ini adalah model yang bagus seperti kata bupati tadi membentuk Desa- desa Tangguh Bencana,” ungkapnya.

Menurut Dani, kedepannya model relawan bencana juga akan dibentuk di setiap Kabupaten dan Kota dengan meniru Retana Kabupaten Cianjur.

“Insya Allah Model ini dapat direvitalisasi di kabupaten kota lainnya dan cianjur lebih baik lagi,” tuturnya.

BPBD Provinsi Jabar mewakili Pemprov Jabar akan memberikan dana hunian untuk masyarakat yang terdampak longsor.

“Kami dari provinsi juga akan membantu dengan memberikan dana hunian. Karena nanti membutuhkan waktu yang lama dalam pembangunan ulang rumah

sehingga sementara akan disewakan rumah untuk ditinggali masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mengintruksikan, untuk menanam tanaman dengan spesifikasi keras untuk mencegah longsor.

“Saya sudah menginstruksikan agar ditanami pohon yang keras di lokasi terjadinya longsor untuk menahan tanah agar tidak terjadi hal serupa dikemudian hari,” kata bupati.

Selain itu Herman menjelaskan, akan menjadikan kampung tersebut sebagai kampung siaga bencana.

“Karena sudah terjadi dua kali bencana longsor akan kami jadikan kampung siaga bencana. Nantinya masyarakat akan kami latih bagaimana cara menghadapi bencana,” tandasnya.(byu)