Warga Waspadai Gempa Sesar Cimandiri. Cianjur Dua Kali Diguncang

Ilustrasi Gempa (istimewa).

RADARCIANJUR.com – Gempa dengan getaran tiga magnitudo yang terjadi pada Sabtu (5/6) malam pukul 21.52 WIB yang berlokasi di titik koordinat 6.84 lintang selatan dan 107.16 bujur timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak tiga kilometer tenggara Kabupaten Cianjur pada kedalaman 10 kilometer membuat gempar masyarakat.

Dari hasil pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut dikarenakan adanya pergerakan dari lempeng sesar Cimandiri yang melintasi Kabupaten Cianjur.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan mengatakan, pihaknya belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan ringan maupun berat dan selama ini masih terpantau aman.

“Belum terima (laporan, red), tapi kita masih terus monitor dari semalam,” ujarnya.

Lanjut Irfan, pihaknya sebelum terjadi gempa sudah mengkomunikasikan dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dan BMKG mengenai sesar Cimandiri yang belum terdata di aplikasi BMKG. Sehingga masyarakat bisa mengetahui dan sedini mungkin dalam antisipasi.

Selain itu, dari garis lintasan sesar Cimandiri, sudah dilakukan survei oleh BPBD Kabupaten Cianjur dan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mendirikan bangunan. Dari hasil pantauan, tidak ditemukan bangunan yang permanen, hanya beberapa saja bangunan rumah.

“Kalau dari hasil pantauan, itu rumah warga tidak banyak, selebihnya tanah kosong. Kita juga sudah meminta kepada BPBD Provinsi Jabar dan BMKG agar bisa memberikan informasi dan data terbaru. Sehingga kita bisa melakukan pemetaan daerah yang rawan,” tuturnya.

“Di perlintasan sesar Cimandiri tidak ada bangunan permanen, hanya bangunan rumah saja dan terpantau masih aman, selebihnya lahan kosong,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Herman Suherman mengungkapkan, dirinya mengimbau agar lebih berhati-hati kepada masyarakat dan tidak menganggap enteng.

“Itu harus lebih hati-hati, karena selain gempa, kita termasuk daerah yang rawan bencana,” paparnya.

Dari data BPBD Kabupaten Cianjur, selama kurun waktu Januari-Juni 2021, bencana gempa baru tercatat dua kali. Sementara bencana lainnya didominasi oleh longsor atau pergerakan tanah sebanyak 50 kejadian, banjir bandang 10, angin puting beliung delapan, gempa bumi dua dan cuaca ekstrem satu. (kim)