DLH Sebut, Belum Ada Sanksi Terkait Pembatasan Kantong Plastik

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Neneng Rostiantie menegaskan, belum ada sanksi yang diberikan bagi konsumen atau pembeli terkait pembatasan penggunaan kantong plastik.

Dia menyebut, sanksi akan diberikan kepada pengelola pusat perbelanjaan, pengelola toko swalayan dan pengelola pasar rakyat.

“Kita belum menerapkan sanksi karena bentuknya instruksi. Baru sosialisasi dan mengingatkan masyarakat supaya mencintai lingkungannya,” kata Neneng saat dihubungi radarcianjur.com.

Namun, ia mengatakan, penerapan implementasi dari UU nomor 32 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup dan UU no 18 THN 2008 tentang pengelolaan sampah, penerapan sanksi di Undang-undang di atas sudah sangat jelas, tapi penindakan sanksi bukan kewenangan DLH.

Sebagaimana diketahui, Bupati Cianjur Herman Suherman telah membuat surat instruksi kepada sejumlah toko swalayan, pasar modern dan tradisional terkait penerapan aturan pengurangan penggunaan kantong plastik yang dimulai sejak 5 Juni 2021 kemarin.

Kebijakan tersebut akan diterapkan di berbagai ritel dan dinas terkait yang diantaranya, Kepala Diskoperindag, Kepala UPTD Pasar se-kabupaten Cianjur, Pimpinan City mall, Toserba Yogya, Toserba Selamat, Hemat, dan Ramayana, serta pimpinan Alfa dan Indomaret di wilayah Cianjur, dan beberapa gabungan pengusaha makanan, minuman.

“Kita sudah susun regulasi dan sudah ditetapkan dalam surat instruksi Bupati Cianjur nomor 660/3608/DLH/2021, yang dimulai sejak 5 Juni 2021,” kata Neneng.

Dia menyebut, adanya regulasi itu diharapkan kepada para pelaku usaha yang telah ditentukan, supaya bisa segera mengurangi penggunaan kantong plastik di tempat usahanya masing-masing. Dengan menyediakan atau menggunakan kantong berbahan kain yang mudah terurai.

“Jadi nantinya supaya hidup terasa lebih alami, hemat, dapat lebih sehat demi kelangsungan hidup serta menyelamatkan lingkungan,” tuturnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut diterapkan bertahap. Mengingat, ketergantungan masyarakat dalam menggunakan plastik untuk kegiatan sehari-hari masih relatif tinggi.

“Kita juga akan segera sosialisasikan kepada masyarakat mengenai pembatasan penggunaan kantong plastik ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat, untuk mulai beralih menggunakan tas ramah lingkungan saat berbelanja dan tidak lagi berharap disediakan kantong plastik oleh penjual.

Ia pun menyinggung bahwa plastik merupakan sampah yang tidak ramah lingkungan karena sulit terurai.

Selain itu, bersamaan dengan kebijakan pembatasan kantong plastik ini, ia meminta masyarakat meningkatkan kesadarannya untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya serta tidak membuang sampah sembarang tempat.

“Kita semua pastinya menginginkan Cianjur Bersih Hijau Sehat. Bukan hanya sebatas slogan, namun mampu diwujudkan melalui kerja nyata,” tukasnya. (dan)