Eddy Sukardi, Uwa dari Airlangga Hartarto yang Namanya Diabadikan Menjadi Nama Jalan di Sukabumi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

RADARCIANJUR.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, berencana untuk memberikan penamaan baru pada ruas jalan di Sukabumi, Juli mendatang. Nama jalan ini untuk menghormati jasa salah satu pahlawan kemerdekaan asal Jabar, yakni Kolonel Eddy Sukardi.

Eddy Sukardi, berjasa selama masa perang kemerdekaan RI. Saat menjabat sebagai Komandan Resimen III TKR dengan pangkat Letnan Kolonel, ia memimpin perang terhadap pasukan sekutu yang dipimpin Inggris, di sepanjang jalur Bojongkokosan, Sukabumi – Cianjur.

Dalam pertempuran yang terjadi Desember 1945 – Maret 1946, Eddy dan pasukannya berhasil membuat tentara Inggris, dan pasukan Gurkha, kocar-kacir. Banyak serdadu yang gugur. Bahkan 150 kendaraan tempur hancur, termasuk tank Sherman, kendaraan tempur legendaris dalam Perang Dunia II.

Akibat kerugian itu, membuat parlemen Inggris marah karena banyaknya korban dari pihak mereka. Peristiwa itu dikenal sebagai Palagan Bojongkokosan.

Selepas perang Eddy sempat menjadi panglima di Kalimantan. Ia mengakhiri kariernya sebagai tentara pada 1957 dengan pangkat kolonel. Pada 5 September 2014, Eddy meninggal dunia di Bandung. Sejarah mencatat keberanian dan perjuangannya semasa perang kemerdekaan sebagai salah satu komandan gerilyawan Indonesia yang disegani militer Inggris pada 1946.

Atas jasa-jasa Kolonel Eddy Sukardi itu, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat hendak mengabadikan namanya menjadi nama jalan di Sukabumi. Rencana penamaan itu juga dibahas dalam pertemuan antara Ridwan Kamil dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Melaporkan bahwa akan ada nama jalan di Sukabumi Jawa Barat yang diberi nama Jalan Eddy Sukardi, pahlawan Jawa Barat, yang kebetulan adalah pakde atau uwa dari Pak Airlangga dari pihak ibu,” tulis Emil.

Rencana penamaan jalan ‘Eddy Sukardi’ ini akan menjadi kelanjutan dari jalan ‘RH Didi Sukardi’ yang terletak di Kecamatan Citamiang, Sukabumi. Didi Sukardi kebetulan adalah ayah dari Eddy Sukardi sekaligus atau kakek dari Menko Airlangga.

Pemkab Sukabumi, terlebih dulu menamakan jalan utama di Kecamatan Citamiang, dengan nama jalan RH Didi Sukardi, untuk mengenang jasa-jasa beliau. Didi Sukardi pernah menjabat sebagai Menteri Negara Federal Pasundan. Bahkan Didi Sukardi adalah salah satu perintis kemerdekaan pers Indonesia.

Darah Keturunan Pahlawan
Didi Sukardi, juga menurunkan banyak pejabat di republik ini. Selain pahlawan kemederkaan Eddy Sukardi ia juga memiliki menantu Ir. Hartarto Sastrosoenarto, yang menjadi Menteri Perindustrian pada era 1980-an.

R. Hartarto menikah dengan Hartini Sukardi, anak dari Didi Sukardi sekaligus adik dari Eddy Sukardi. Dari pasangan tersebut, Hartarto dan Hartini, memiliki lima orang anak. Salah satunya adalah Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU. Airlangga, kini menjabat sebagai Menko Perekonomian RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.
Selain Airlangga, Didi Sukardi juga memiliki cucu yang pernah menjadi menteri, yakni Laksamana Sukardi. Mantan Meneg BUMN ini adalah anak dari Gandhi Sukardi, adik dari Kolonel Edi Sukardi.

Dalam diri Airlangga Hartarto mengalir kuat darah pejuang dan pahlawan kemerdekaan. Apalagi dari pihak ayah, Airlangga merupakan putra dari Ir. Hartarto Sastrosoenarto juga mengalir darah ulama besar dari jaman Kerajaan Mataram, Ki Ageng Gribig, asal Jatinom, Klaten.

Airlangga Hartarto dan R. Hartarto adalah keturunan dari Ki Ageng Gribig pencetus tradisi Yaqowiyu, yang melegenda. Tradisi itu hingga kini terus diperingati setiap bulan Sapar di Jatinom, Klaten. Ki Ageng Gribig dikenal sebagai penasehat Sultan Agung, raja Mataram yang menyerang Belanda di Batavia.

Uniknya nama Ki Ageng Gribig juga sudah diabadikan oleh Pemkab Klaten, menjadi nama jalan di jalan provinsi, Klaten – Jatinom.(*/sal)