Gizi Buruk Merangkak Naik, Komisi D: Dinkes Harus Dievaluasi!

Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Dede Badri

RADARCIANJUR.com- Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak terhadap kehidupan masyarakat saja, namun ternyata pandemi membawa peningkatan kasus angka gizi buruk di Kabupaten Cianjur. Dari awal pandemi saja, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mengalami kenaikan.

Di tahun 2019, angka gizi buruk 93 kasus. Tahun 2020 terjadi peningkatan 153 kasus dan terakhir di tahun 2021 periode Januari-Mei sebanyak 43 kasus. Sehingga dalam kurun waktu tiga tahun sudah 289 kasus gizi buruk.

Kejadian tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Dede Badri. Pihaknya meminta kepada kepala daerah dalam hal ini Bupati Cianjur, Herman Suherman agar bisa melakukan perawatan terhadap balita di RSUD atau rawat jalan untuk upaya perbaikan gizi.

“Ini menjadi perhatian kita semua, di tengah pandemi ini, masyarakat turut kesulitan untuk memenuhi gizi terhadap anaknya. Sehingga sangat disayangkan adanya kenaikan gizi buruk di Cianjur,” ujarnya.

Lanjutnya, selain itu, pihaknya meminta agar Dinkes Cianjur dievaluasi karena dianggap lamban dalam penanganan gizi buruk. Seharusnya, tambahnya, dinas terkait lebih proaktif dalam penanganan gizi buruk.

“Ini namanya paradoks kapitalisme, di saat hasil produksi melimpah ruah, pada saat yang sama kemampuan mengakses kebutuhan pokok masih terbatas. Tingginya angga gizi buruk bisa ditelusuri sebagai lebarnya ketimpangan ekonomi di masyarakat, tegasnya.

Dirinya menilai, kondisi diperparah dengan retribusi kekayaan tidak berjalan degan lancar, sementara intervensi pemerintah seperti subsidi, bansos dan lainnya masih menyisakan PR dalam soal akurasi data dan nominal yang layak diterima.

“Cianjur kan berlimpah ruah seperti kekayaan alamnya apalagi beras, pasti ini jadi pertanyaan kita semua mengapa angka gizi buruk bisa sampai meningkat seperti itu?,” tutupnya. (kim)