Disnakertrans Pastikan PMI Asal Bojongpicung Diberangkatkan Lewat Jalur Ilegal

TKI
TKI

RADARCIANJUR.com- Kasus pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur melalui jalur Ilegal kembali terjadi.

Diketahui PMI tersebut seorang perempuan bernama Yani berasal Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

Yani pulang ke tanah air dengan kondisi sudah tak bernyawa dan diketahui jalur yang digunakan untuk pemberangkatan menggunakan jalur ilegal lewat salah seorang oknum sponsor.

Kasus pemberangkatan PMI tersebut mendapatkan perhatian dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur.

Kepala Bidang ( Kabid) Penempatan kerja Disnakertrans Cianjur, Ricky Ardi turut angkat bicara perihal kasus pemberangkatan PMI yang menggunakan jalur ilegal.

“Kami sudah mengutus staff Disnakertrans bertugas ke sana dan mencari informasi bagaimana kronologis keberangkatan almarhum,” Katanya Kepada Radar Cianjur, Selasa 09/06/2021.

Ricky menambahkan, PMI tersebut diberangkatkan oleh seorang oknum sponsor menggunakan jalur keberangkatan ilegal karena melalui hasil moratorium tidak ada pemberangkatan PRT ke Timur tengah.

” Fakta dilapangan informasi dari awal almarhum sudah berangkat melalui jalur Un prosedural,” katanya kepada Radar Cianjur, Selasa 09/06/2021.

Selain itu menurut Ricky akibat dari pemberangkatan jalur ilegal, pihaknya tidak mempunyai data lengkap atau dokumen-dokumen PMI tersebut.

“Karena yang bersangkutan berangkat dengan jalur Un prosedural sehingga tidak ada data di Disnakertrans dan itu sangat menyulitkan ketika pemulangan jenazah dari KBRI,”ungkapnya.

Ricky menjelaskan, oknum sponsor tersebut sudah melakukan perbuatan melanggar hukum dengan memberangkatkan seorang PMI tanpa jalur sesuai prosedur yang berlaku sesuai Undang-undang Ketenagakerjaan Pasal 1 angka 1 UU 21/2007.

“Jadi untuk kasus calo yang memberangkatkan PMI secara ilegal itu termasuk pelanggaran undang-undang perdagangan manusia ( Human Trafficking) dan ranahnya dapat masuk hukum pidana,” tuturnya.

Menurutnya, kasus keberangkatan PMI secara ilegal oleh oknum sponsor tersebut dapat dikenakan tindakan pidana

” Untuk ranahnya bisa masuk pidana, kalau Disnakertrans bisa dalam upaya pendampingan Keluarga. Namun Informasi keluarga korban telah menyerahkan kepada pihak LSM FPMI untuk kelanjutannya,” tandasnya. (byu)