Surat Edaran Bupati Pertegas Kembali Larangan Pesta Hajatan

Bupati Cianjur, Herman Suherman

RADARCIANJUR.com- Pasca terjadinya kluster di Desa Padasuka dan Desa Cimaskara Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur yang disebabkan adanya kerumunan di pesta pernikahan sehingga mengakibatkan 35 orang terkonfirmasi positif Covi-19. Bupati Cianjur, Herman Suherman langsung bergerak cepat dengan mengeluarkan surat edaran.

Surat dengan Nomor 003/3780/Kesra mengenai larangan untuk melaksanakan segala bentuk kegiatan yang berpotensi menciptakan kerumunan dan keramaian.

Dalam isi surat tersebut, disebutkan yakni untuk disampaikan kepada kepala desa kelurahan, warga masyarakat, tokoh maysarakat, tokoh pimpinan agama, pimpinan tempat ibadah, dan unsur masyarakat lainnya untuk sementara tidak diperkenankan menyelengarakan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan atau keramaian sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kedua, melaksanakan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan di ingkungan sekitar dan tempat ibadah masing-masing.

Ketiga, untuk acara keagamaan agar membatasi peserta sebanyak 50 persen dari kapasitas fasilitas yang tersedia.

Keempat, untuk acara resepsi pernihakan ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan dan hanya boleh melaksanakan akad nikah yang dihadiri oleh pihak keluarga

Kelima, agar senantiasa melaksanakan dan mensosialisasikan 5M (Mencuci tangan, memakai masker, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas) dan 3T (Tracing, Tracking, dan Testing).

Jubir Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, surat tersebut merupakan respon dari pemerintah Kabupaten Cianjur dari ketua kebijakan untuk mengantisipasi kluster di semua wilayah.

“Hal ini karena Terjadinya Kluster-kluster yang awalnya dari kumpulan orang atau kerumunan yang melakukan kegiatan atau aktivitas hajatan pesta,”katanya .

Yusman menjelaskan, aturan tersebut lebih ditekankan dalam isi surat tersebut hasil dari evaluasi pertanggal 31 Mei sampai 6 Juni.

“Saat ini ada beberapa kluster terjadi akibat syukuran resepsi pernikahan di Kabupaten Cianjur. Sebenarnya tidak melarang terhadap kegiatan pernikahan akan tetapi kerumunan yang diakibatkan resepsinya saja yang dilarang,”ungkapnya.

Menurut Yusman, pesta pernikahan dapat digelar dengan hanya dihadiri oleh pihak keluarga tanpa tamu undangan.

“Pihaknya keluarganya saja menghadiri nya dari kedua belah pihak, untuk tamu-tamu baik dari pengantin pria dan wanita itu tidak boleh,”jelasnya.

Saat ini menurutnya, sanksi yang diberlakukan terhadap para pelanggar hanya sebatas larangan secara lebih luas.

“Untuk sanksi tidak sampai ke ranah pidana. Bisa ditindaklanjuti kalau ada laporan akan bergerak satpol PP, Polsek dan satgas Covid 19 dan Forkomincam dapat membubarkan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Senada dengan yang disampaikan, Kabag Ops Polres Cianjur, Kompol Alan Haikal menjelaskan saat ini pihaknya telah mendapatkan intruksi sesuai surat edaran bupati terbaru.

“Kami telah menginstruksikan kepada Polsek-polsek melakukan pengawasan, pencegahan dan penindakan terhadap aktivitas kerumunan kegiatan hajatan pernikahan,” tuturnya.

Menurut Alan, Kegiatan pengawasan, pencegahan dan penindakan sama dengan instruksi Bupati sebelumnya.

“Hanya saja lebih dipertegas dengan surat edaran bupati yang sekarang,” tandasnya (byu)