Distop DLH, Puluhan Pegawai K3 ODTW Cibodas Nganggur

WISATA: Kawasan objek wisata Cibodas. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Puluhan pegawai dari pengelolaan Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) Cibodas, sejak satu bulan lebih tidak bekerja alias nganggur.

Hal tersebut, dikarenakan adanya pemberhentian sepihak oleh Pemerintah kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atas pengelolaan mereka yang selama ini telah berjalan.

“Kami atas nama pegawai di K3 ODTW Cibodas sangat kecewa dan menyayangkan adanya ambil alih pengelolaan di sini oleh DLH kepada perusahaan swasta, tanpa ada sosialisasi dan pemberitahuan sebelumnya,” ujar Koordinator Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3) Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) Cibodas, Adih Saputra kepada radarcianjur.com saat ditemui, Kamis (10/6).

Lebih lanjut, ia menyebut, tak kurang dari 30 pegawai di pengelolaan K3 ODTW Cibodas ini akhirnya tidak bekerja sejak turunnya surat pemberitahuan bahwa pengelolaan diambil alih pihak ketiga atau perusahaan swasta, yang bekerjasama dengan DLH mulai awal Ramadan kemarin.

“Jadi awal Ramadan kemarin dari DLH dan beberapa instansi lain menyampaikan ke kantor K3, bahwa pengelolaan ODTW ini akan diambil alih. Ya, kami kaget dan jelas kecewa karena tak ada informasi jauh-jauh hari,” kata dia.

Bahkan ia menjelaskan, bahwa K3 ODTW Cibodas sendiri merupakan produk dari Pemerintah Desa (Pemdes) Cimacan yang disyahkan melalui peraturan desa (Perdes) nomor 2 tahun 2018 tentang Ketertiban Kebersihan dan Keindahan ODTW Cibodas.

“Jadi jelas hadirnya kami disini dibentuk dan diberikan legal formal oleh Pemdes, melalui Perdes nomor 2 tahun 2018. Sehingga perlakuan mereka kepada kami tidak menunjukan rasa manusiawi,” paparnya.

Tak hanya itu, besaran nominal retribusi pengunjung masuk ke ODTW Cibodas pun, saat ini mengalami kenaikan. Padahal sewaktu dikelola oleh K3 Cibodas sendiri, tidak begitu besar. Bahkan ada nilai keuntungan yang dibagi kepada masyarakat Cimacan sendiri.

“Kalau waktu kami yang kelola, sebagian keuntungan dari pendapatan itu dibagikan lagi ke masyarakat melalui PADes. Kalau sekarang gak tau, karena sudah sama pihak swasta,” ujarnya.

Diketahui, bahwa besaran retribusi kendaraan yang hendak masuk ke ODTW Cibodas untuk motor sebesar Rp 5000, mobil Rp 10 ribu, dan bus sebesar Rp 20 ribu.

Terpisah, Kepala Desa Cimacan, Deden Ismail, mengatakan bahwa pihaknya pada saat itu pun sangat kaget dan tak terpikir akan ada pengambilalihan pengelola baru di kawasan ODTW Cibodas.

Deden mengaku, mendapatkan pemberitahuan akan hal tersebut, di saat awal Ramadan kemarin.

“Sebetulnya kami juga kaget, pada saat itu langsung ada pemberitahuan bahwa pengelolaan K3 Cibodas akan diambil alih pihak swasta melalui DLH. Tak ada sosialisasi dan apapun dari dinas kepada Pemdes,” kata dia saat ditemui di kantor desa, Kamis (10/6).

Namun yang jelas, pihak desa telah berupaya menyampaikan kembali keluhan dari para pegawai K3 ODTW Cibodas yang juga warganya kepada dinas terkait.

“Saya sudah sampaikan lagi ke dinas-dinas terkait. Bahkan sudah pernah audensi bersama Anggota DPRD Cianjur. Namun hingga saat ini, hasilnya masih kami tunggu. Bagaimana kedepannya terkait persoalan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah, Neneng Rostiantie, belum bisa memberikan tanggapannya terkait hal tersebut. Karena ia mengaku, masih menangani salah satu anggotanya yang mengalami kecelakaan.

“Siap pak, maaf saya masih di Polres dulu ada anggota mengalami laka lantas,” singkatnya dalam chat WhatsApp. (dan)