Puluhan Juta Melayang, Longsor Terjang Satu Hektar Lebih Sawah di Batulawang

Lahan sawah yang tertimbun material longsor di Kampung Lemburwarung, Desa Batulawang. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Bencana longsor kembali terjadi di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, tepatnya di Kampung Lemburwarung RT 03/RW sekitar pukul 22.00 WIB, Selasa (8/6/2021).

Akibat dari ambrolnya tanah setinggi puluhan meter itu, lahan sawah milik beberapa warga tertimbun. Bahkan diperkirakan puluhan juta melayang, karena telah dilakukan pengerjaan tandur sawah.

Salah seorang relawan setempat, Arta Jadi Jumahya, mengatakan kejadian tersebut diduga disebabkan karena saluran air yang tertutup longsor kecil di atasnya. Sehingga volume air dari selokan menuju pesawahan melimpah ke jalan setapak, hingga akhirnya terjadi longsor.

“Setelah saya meninjau ke lokasi, ternyata betul ada longsoran tanah hingga menimbun sekitar satu hektar sawah,” kata Arta kepada wartawan, Rabu (9/6/2021) malam.

Ia memperkirakan, tebing longsoran tersebut memiliki tinggi 20 meter dari Mahkota, dan dari mahkota kelidah lelongsoran kurang lebih 200 meter.

Tak hanya itu, lanjut Arta, lahan sawah yang tertimbun material tanah tersebut merupakan milik tiga warga. Yakni saudara Iwan, Ujang dan H. Endang Syahril.

“Jadi dari perkiraan satu hektar itu, hampir rata-rata lahan yang sudah dibajak sawah. Dengan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta kang,” kata dia.

Ia menyebut, dari kejadian longsor tersebut bersyukur tidak ada korban jiwa. Karena lokasinya yang cukup jauh dari pemukiman warga.

“Alhamdulilah tidak ada korban jiwa, karena longsor ini jauh dari pemukiman warga di Kampung tersebut,” ujarnya.

Dari kejadian tersebut, kini pihaknya telah berkoordinasi dengan RT RW setempat, untuk dilaporkan kembali kepada pemerintah Desa Batulawang, agar diproses lebih lanjut.

“Tadi juga saya sudah berkoordinasi dengan pihak RT RW setempat untuk laporan ke pihak desa, supaya ada tindak lanjutnya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Batulawang, H. Nanang Rohendi, membenarkan adanya musibah longsor di wilayah kampung tersebut. Namun ia menegaskan, bahwa tidak ada warga yang terdampak akibat ambrolnya tanah di tebing itu.

“Kalau warga Alhamdulillah tidak ada yang terdampak. Karena jarak longsoran dengan pemukiman sekitar setengah kilometer,” kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya kini telah berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait khususnya BPBD Kabupaten Cianjur. Agar menjadi perhatian dan penanganan bersama dalam mengantisipasi bencana yang memungkinkan bisa kembali terjadi dimana saja.

“Sudah, sudah berkoordinasi dengan BPBD, termasuk ke pemerintah kecamatan pun sudah ada laporannya,” tukasnya. (dan)