Tapping Box Diklaim Bisa Tambah PAD Sektor Pajak di Cianjur

Tapping Box

RADARCIANJUR.com- Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Cianjur tengah menggeber pendapatan asli daerah (PAD) di bidang perpajakan. Hal tersebut mulai dilakukan dengan akan dipasangkannya alat tapping box di beberapa rumah makan dan usaha lainnya. Pasalnya, hal tersebut dirasa sangat efektif dalam meingkatkan PAD di sektor pajak.

Dengan menggunakan tapping box, kenaikan PAD sektor pajak bisa meninggkat mencapai 300 persen dan tentunya lebih mempermudah pengusaha dalam melakukan proses transaksi pajak tanpa harus datang ke kantor Bappenda Kabupaten Cianjur.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Cianjur, Komarudin mengatakan, pemasangan tapping box ini cukup ampuh dalam meningkatkan penerimaan pajak restauran.

“Sangat membantu, kenaikannya bisa mencapai 300 hingga 400 persen. Rumah makan yang biasanya hanya Rp5 juta per bulan, kini bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp20 juta,” ujarnya.

Lanjutnya, pria yang biasa disapa Uwa Komar menjelaskan, sebenarnya tapping box ini bukanlah alat penghitung uang yang masuk, tetapi penghitung data jumlah transaksi.

“Bukan penghitung uang masuk, tapi sebagai bahan kita untuk menerima pembayaran pajak restauran, mereka sudah tidak bisa bohong, karena kita punya data,” tuturnya.

Hanya saja, saat ini hanya ada 20 unit tapping box yang dipasang di 20 tempat rumah makan. Akibatnya, belum bisa maksimal menaikan penerimaan sektor pajak restauran.

Total rumah makan yang ada saat ini di Cianjur berjumlah kurang lebih 800 an, sesudah diklasifikasi totalmya sekitar 270 rumah makan yang tersebar di Cianjur.

“Kita kesulitan untuk mengukur sukses atau tidaknya tapping box dengan hanya 20 buah saja, kami menginginkan sekitar 270 tapping box. Kalau sudah terpasang semua, maka akan mudah diukur maksimal atau tidaknya penerimaan pajak restauran,” paparnya.

Ia menambahkan, saat ini sudah mengajukan pada pihak Bank BJB, karena pengadaan tapping box dilakukan pihak bank dan diawasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tapping box ini merupakan kerjasama antara pemerintah daerah, Bank Bjb dan KPK, semuanya transparan dan diawasi secara ketat,” tutupnya. (kim)