Gaji Honorer di MAN 2 Cianjur Naik, Kepsek : Demi Kesejahteraan Guru

Kepala MAN 2 Cianjur, H. Deden. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kesejahteraan guru honorer di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cianjur kini telah mulai mengalami peningkatan yang cukup berarti. Hal tersebut, dibuktikan dengan adanya kenaikan besaran honor bagi guru-guru non pegawai negeri sipil (PNS).

“Memang pertama saya kesini guru honorer itu dibayar sekitar Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per jam per mata pelajaran. Namun Alhamdulillah berkenaan dengan adanya bantuan dari pemerintah terutama Pemprov, guru honor disini sekarang perjamnya sudah Rp50 ribu per mata pelajaran,” ujar Kepala MAN 2 Cianjur, H. Deden kepada radarcianjur.com.

Adanya hal seperti itu, menurutnya adalah suatu keinginan lebih dalam menghargai dan mengapresiasi guru honorer. Apalagi bagi mereka yang berijazah S1.

“Jadi kalau seorang guru membawa uang satu juta itu menurut saya sudah tidak layak lagi bagi zaman sekarang. Bahkan jika dibandingkan, UMK Cianjur saja sudah lebih dua juta. Makanya dengan dinaikkan honor tersebut, bisa lebih sedikit mensejahterakan para guru honorer,” kata dia.

Tak hanya itu, ia menyebut, hingga kini para guru honorer yang ada di MAN 2 Cianjur ini sudah berpenghasilan rata-rata mencapai dua juta lebih. Dengan total guru yang aktif sebanyak 15 guru.

“Sebetulnya kini telah ada penambahan guru. Dari asalnya hanya beberapa, sekarang sudah sekitar 15 guru honorer aktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, dengan adanya peningkatan dana yang disalurkan oleh pemerintah provinsi Jawa barat, maka sekarang guru honor pun akan dikaji untuk ada uang transport harian.

“Jadi sekarang itu sudah ditambah uang transpot harian bagi guru-guru honorer. Ini merupakan salah satu peningkatan pendapatan dari guru itu sendiri,” katanya.

Meski begitu, menurut Deden, baik guru honor maupun negeri, pihaknya akan tetap berkomitmen, bahwa inilah berbasis kinerja yang mengedepankan kesejahteraan.

“Jadi tidak ada istilahnya, kita memberikan uang yang cuma-cuma, yang tidak ada hasilnya. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu dari rekan-rekan guru untuk membawa madrasah ini lebih hebat lagi ke depan,” tandasnya. (dan)