Wakil Ketua MPR Minta SOP Prokes di Sekolah Disiapkan Maksimal Sebelum PTM

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Sebelum melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya dilaksanakan pada Juli 2021 harus dibarengi dengan persiapan maksimal.

Terlebih, saat ini angka Covid-19 di sejumlah daerah saat ini mengalami peningkatan.

Kondisi ini harus menjadi catatan dan warning agar persiapan pra PTM dilakukan sangat serius.

“Jangan sampai sekolah menjadi klaster baru penularan kasus Covid-19,” ingat Wakil Ketua MPR RI, Muhaimin Iskandar, Selasa (11/6/2021).

Selain itu, vaksinasi terhadap guru dan penyelenggara pendidikan juga harus dituntaskan lebih dulu.

Namun, ingat pria yang akrab disapa Cak Imin ini, sekolah juga harus melakukan komunikasi secara intens dengan orangtua siswa.

“Sehingga anaknya bisa menerapkan protokol kesehatan sesuai standar keamanan,” kata sosok yang akran disapa Cak Imin ini.

Menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, sejumlah pesantren selama ini sudah melakukan PTM dengan dengan tanpa gangguan serius.

Akan tetapi, orangtua santri tidak bisa mengantas sampai ke dalam dan cukup sampai halaman pesantren.

“Anak yang masuk juga dilakukan pemeriksaan swab antigen atau Gnose,” tuturnya.

Cak Imin juga mendorong Kemenkes RI bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), dan organisasi lainnya secepatnya mengupayakan vaksinasi anak.

Itu mengingat vaksin Sinovac, Pfizer, dan AstraZeneca baru direkomendasikan bagi masyarakat yang berusia di atas 16 tahun.

Ia mengingatkan, proses uji klinis vaksin anak ini harus dilakukan hati-hati dan bertahap.

“Agar vaksinasi pada anak nantinya tidak akan menimbulkan efek samping yang mengkhawatirkan dan berdampak jangka panjang bagi tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta pihak terkait terus meneliti jenis-jenis vaksin yang telah mendapatkan perizinan edar di Indonesia

Dengan memperhatikan aspek keamanan, tolerabilitas dan imunogenisitas, beserta dosis yang tepat untuk diberikan kepada anak-anak.

Terakhir, ia berpesan kepada masyarakat agar displin menerapkan prokes dengan 5M.

“Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,” tutupnya.

Reporter: Dede Ginanjar/FJPP