Teknologi Biogas di Desa Sindanglaya Sering Dijadikan Studi Banding

RADARCIANJUR.com – Pemanfaatan teknologi biogas berbasis sampah organik yang telah diluncurkan sejumlah pengembang inovasi bersama warga dan didukung Pemerintah Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, ternyata sudah banyak yang melirik.

Buktinya pada Minggu (13/6/2021), dari pemerintah desa (Pemdes) lain yang ada di kabupaten Cianjur melalukan studi banding terkait bagaimana teknologi itu akhirnya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas Nyanyang Kurnia Sanusi, mengatakan kunjungan kali ini adalah dari pemerintah Desa Sukatani Kecamatan Pacet ke Desa Sindanglaya untuk melihat dan mengetahui pembuatan serta pemanfaatan teknologi biogas berbasis sampah organik yang telah berjalan.

“Sebetulnya bukan kali ini saja yang datang untuk melakukan studi banding terkait pemanfaatan biogas di sini, tapi sudah ada beberapa instansi maupun swasta yang sudah melirik inovasi yang dikembangkan tersebut,” ujar Nyanyang Kurnia Sanusi kepada radarcianjur.com, Minggu (13/6).

Lebih lanjut ia menyebut, pemanfaatan biogas tersebut saat ini sudah ada beberapa titik yang telah dibuat pengembang inovasi bersama warga sekitar.

“Yang kini sudah dibuat yakni empat reaktor biogas. Semuanya berada di Kampung Sukasari Kedusunan Empat Desa Sindanglaya,” kata Nyanyang.

Ia menambahkan, proses mengenai pemanfaatan teknologi biogas di wilayah desanya yaitu dengan cara memanfaatkan sampah organik sebagai salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah rumah tangga di masyarakat.

“Jadi nantinya selain menghasilkan energi berupa gas untuk memasak, juga hasil ikutan berupa pupuk organik dapat dimanfaatkan untuk para petani,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia berharap, dengan adanya reaktor biogas tersebut, bisa mampu mengurangi sedikitnya 20 hingga 30 kilogram bahkan lebih sampah organik dari puluhan rumah tangga.

“Jadi nantinya setelah diolah melalui reaktor biogas, manfaat yang dihasilkan diantaranya bisa mengurai penumpukan sampah, kemudian membuat pupuk cair, pestisida, pakan ternak, ikan, dan biogas untuk rumah tangga serta bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat,” tandasnya. (dan)