Pemkab Prihatin PPN Dibebankan ke Sektor Sembako Hingga Pendidikan

Bupati Cianjur, Herman Suherman

RADARCIANJUR.com- Pajak penambahan nilai (PPN) yang dikenakan untuk sembako, pendidikan dan kesehatan mencuri perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Akan tetapi, Pemkab Cianjur hanya mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat.

Pemkab Cianjur pun sangat prihatin dengan adanya PPN yang dibebankan ke bidang sembako hingga pendidikan yang dirasa membebankan masyarakat.

Bupati Cianjur, H Herman Suherman pihaknya tidak bisa berbuat banyak dengan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah pusat.

“Saya juga ikut prihatin tapi kita kan pelaksana di daerah atas perintah pusat walaupun bagaimana kita harus mengikuti,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Herman, kebijakan PPN tersebut muncul di tengah kondisi sulit sehingga bisa membebani masyarakat Cianjur.

“Saya prihatin dengan situasi sulit PPN sembako harus dimunculkan itu jadi beban untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena kebijakan itu muncul langsung dari pemerintah pusat. Pihaknya menyebut, belum menerima informasi secara resmi.

“Gimana lagi ini aturan pemeritah pusat ikut prihatin aja. Seperti itu kelihatan saya secara resmi belum menerima informasi baru dari media,” jelasnya.

Pihaknya berharap, masyrakat bisa menyadari bahwa saat ini kondisi ekonomi di Indonesia sedang tidak seimbang sehingga harus memunculkan kebijakan itu.

“Mudah-mudahan saja masyarakat bisa menyadari pemerintah pusat pun saat ini ekonomi menurun pengeluaran tinggi sehingga tidak seombang salah satu caranya dengan PPN,” harapnya. (kim)