Pengurusan Pembuatan KTP di Kantor Kecamatan Cipanas Dibatasi, Kecuali Ini…

Warga yang akan melaksanakan perekaman KTP elektronik di kantor kecamatan Cipanas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pelayanan masyarakat dalam pengurusan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, di kantor pemerintah Kecamatan Cipanas untuk sementara ini sedang dibatasi.

Hal tersebut menyusul adanya imbauan dari dinas terkait dalam proses pengurusan khususnya untuk cetak KTP di kantor kecamatan, sementara tidak bisa.

“Jadi untuk saat ini, kami belum bisa memberikan pelayanan cetak KTP. Namun untuk perekaman dan membantu proses Adminduk, itu masih bisa,” kata Camat Cipanas, Latip Ridwan saat dikonfirmasi, Senin (14/6/2021).

Meski demian, Latip mengatakan, bagi seluruh masyarakat di kewilayahan khususnya Cianjur Utara, masih bisa memanfaatkan pelayanan perekaman dan proses pra cetak KTP untuk memenuhi administratif kependudukan warga.

“Warga hingga saat ini masih antusias. Walaupun tidak semaksimal tahun kemarin,” kata dia.

Sebelum imbauan dari dinas terkait turun, pengurusan e-KTP dan cetak gratis di kantor kecamatan sudah sering disosialisasikan dan diumumkan melalui media sosial dan beberapa instansi terkait yang mencakup tiga kecamatan, yakni Cipanas, Pacet dan warga Sukaresmi.

“Yang jelas saat ini sudah hampir sepuluh hari, kami tidak melayani cetak KTP di kantor kecamatan. Paling untuk perekaman dan bantuan pengurusan lain masih bisa,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk diketahui, beberapa faktor warga dalam pengurusan Adminduk itu seperti pembuatan eKTP karena hilang, rusak, pembuatan baru karena usia yang telah menginjak 17 tahun, serta dibantu pengurusan pembuatan Kartu Keluarga (KK).

“Sebetulnya untuk perekaman itu memang sudah disiapkan sejak lama. Tapi untuk cetak KTP gak tau sampai kapan diimbau tidak bisanya,” kata Latip.

Rendi (18) warga Cipanas mengaku, tadinya sangat bersyukur dan bisa terbantu dengan adanya pengurusan pembuatan cetak eKTP di kantor kecamatan. Namun saat ini dirinya harus berlapang dada, karena hanya dibantu perekaman proses pembuatan KTP saja.

“Mungkin saya tetap harus ke dinas pendudukan dan catatan sipil di kota. Karena di kantor kecamatan itu katanya sedang ada pembatasan dari dinas terkait,” ujarnya.

Ia berharap, program yang waktu itu telah disosialisasikan pemerintah, bisa kembali memenuhi kebutuhan administratifny. Karena memang ia menilai sangat penting bagi kebutuhan dan urusan-urusan kedepannya.

“Mudah-mudahan saja banyak program yang seperti ini lagi, karena saya memang perlu,” tandasnya. (dan)