Wow! Satu Ton Lebih Sampah di Gunung Gede Pangrango Berhasil Diturunkan

Sejumlah relawan dan petugas saat sedang melakukan Opsih di pendakian Gunung Gede Pangrango. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Dua hari belum lama ini, sejumlah relawan bersama para petugas di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) membersihkan dua jalur pendakian yang berada di wilayah Kabupaten Cianjur.

Dari operasi bersih (Opsih) yang dilakukan sejak awal Juni kemarin itu, berdasarkan informasi yang diterima, sebanyak satu ton lebih sampah berbagai jenis berhasil diangkut.

Ketua Montana TNGGP, Zaini Kawat, mengatakan antusias dan semangat peserta Opsih kali ini masih menunjukan kepedulian yang cukup tinggi. Terlebih yang telah dilakukan terhadap Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

“Untuk kegiatan Opsih memang sudah selesai. Kami pun mengapresiasi kepada semua lembaga dan para sukarelawan yang sudah berpartisipasi untuk kegiatan opsih kemarin,” ujarnya kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Ia mengatakan, budaya bersih ini memang akan terus dikampanyekan oleh TNGGP bersama para mitra. ISO 14001-2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan yang sudah lama diterapkan. Namun kesadaran wisatawan khususnya pendaki gunung masih terus harus digugah dan disegarkan.

“Lihat saja hasil opsih, sampah yang diturunkan sebanyak 828 Kg untuk jalur Gunung Putri dan 292,5 Kg untuk jalur Cibodas dengan total sampah yang diperoleh 1.120,5 Kg (1 Ton lebih),” terangnya.

Ia menyebut, sampah yang diturunkan diantaranya terdiri dari sampah plastik, botol bekas air minum kemasan, dan kaleng yang berasal dari bekas limbah pengunjung.

“Kesadaran pada pendaki ini masih banyak yang mengabaikan perihal sampah. Padahal salah satu kewajiban para pendaki adalah membawa kembali sampahnya ketika turun,” kata dia.

Ia menambahkan, ratusan anggota yang ikut serta Opsih kemarin diantaranya dari perwakilan Volunteer Gunung Gede Pangrango (GPO dan Montana), pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Wisata Alam/ IUPJWA, Koperasi Surya Kencana Mandiri Sejahtera dan Koperasi Cantigi Wisata Sejahtera, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Gunung Putri dan Cibodas, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sukatani, dan Universitas Parahiyangan Bandung, serta masyarakat pelaku usaha jasa wisata yang ada di sekitar kawasan.

Sementara itu, Menurut Kepala Balai Besar TNGGP melalui humas TNGGP, Poppy Oktadiyani mengatakan, pada saat pelepasan peserta secara simbolis waktu itu, pihaknya mengingatkan akan kesadaran dan budaya hidup bersih bagi wisatawan, khususnya pendaki ke TNGGP.

“Budaya bersih sebagai salah satu bagian dari eduwisata TNGGP akan terus ditekankan sampai kita tidak perlu lagi ada kegiatan opsih. Karena tidak ada lagi sampah sementara ini, usai Opsih,” kata Poppy.

Poppy menjelaskan, kegiatan Opsih kemarin dilaksanakan selama dua hari. Terhitung dari tanggal 2 – 3 Juni 2021, yang melibatkan para mitra, yang tercatat sebanyak 142 orang merupakan rangkaian kegiatan Road to HKAN 2021.

“Masih dalam rangkaian acara tersebut pada tanggal 5 – 6 Juni 2021 bersama Universitas Parahyangan digaungkan kembali Kampanye Pendaki Cerdas. Dengan harapan, TNGGP dapat menjadi jalur pendakian taman nasional pertama yang bebas sampah, ZERO WASTE!,” pungkasnya. (dan)