Bantu Pemulihan di Masa Pandemi Covid, Komunitas SDC Olah Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Ketua SDC dan salah satu inovator, tengah menunjukkan hasil pengelolaan sampah menjadi nilai jual ekonomis.

RADARCIANJUR.com – Demi membantu pemulihan ekonomi di masa Pandemi Covid-19, Komunitas Sadulur Cipanas (SDC) bersama pegiat lingkungan berinisiatif mengolah sampah non organik menjadi barang bernilai jual ekonomis.

“Jadi sebetulnya kami berpikir bagaimana caranya di saat pandemi Covid 19 ini membantu pemerintah dan masyarakat dalam menangani sampah khususnya di wilayah Kecamatan Cipanas dan Kabupaten Cianjur. Sehingga beberapa sampah non organik khususnya bisa bernilai jual,” kata Ketua Komunitas Sadulur Cipanas, Dede Ichsan saat ditemui radarcianjur.com, Senin (14/6/2021) sore.

Lebih lanjut ia menuturkan, adanya inisiasi itu, pihaknya berharap, volume sampah yang ada di wilayah Cipanas ini bisa sedikit berkurang dengan dilakukannya pemilahan sampah non organik yang akhirnya dikelola sebagai barang yang bisa dijual dan tentunya dimanfaatkan masyarakat sekitar.

“Sebetulnya pengelolaan kami ini merupakan program reduce reus recycle yang sudah berjalan sejak 2013 lalu. Namun kami sekarang bangkit lagi di saat pandemi covid 19 untuk membikin kerajinan dari limbah sampah dengan kreasi-kreasi yang bernilai jual,” ungkapnya.

Jika dulu, Dede mengungkapkan, pihaknya lebih banyak mengelola bekas sampah itu berjenis bungkus kopi, yang dijadikan kerajinan anyaman. Namun sekarang lebih ke jenis botol atau semacamnya untuk dijadikan vas bunga dan lainnya.

“Jadi kita lebih fokus di non organik seperti dari bekas plastik yang memang susah diurai. Karena plastik kan bisa terurai sekitar 1000 tahun. Jadi kita fokus di plastik,” jelasnya.

Adapun untuk pemasaran saat ini, kata Dede, pihaknya masih mempromosikan ke sejumlah komunitas lain dan anggota SDC yang hingga saat ini sudah lebih dari seratus orang.

“Sebetulnya tujuan kita ini lebih ke arah memberikan pemahaman dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah. Agar sampah yang selama ini sering langsung dibuang, justru bisa dijadikan nilai jual,” kata dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga sangat mendorong hasil karya kerajinan ini bisa dibeli oleh masyarakat. Jangan hanya membeli barang-barang dari luar secar online seperti zaman sekarang, tetapi potensi lokal seperti ini tidak dilirik.

“Mudah-mudahan mereka mau menggunakan bahan dari limbah sampah untuk dijadikan kebutuhan sehari-hari. Baik itu untuk dipajang di rumah, ataupun digunakan di tempat-tempat lainnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia menambahkan, kegiatan lingkungan ini diharapkan bukan hanya semata untuk saat ini saja, tetapi berbuat dan bermanfaat untuk orang banyak.

“Mudah-mudahan pemanfaatan ini bisa terus konsisten. Demi menyelamatkan lingkungan dan membantu peningkatan ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.(dan/cep)