Krucil – IGRA Jabar Salurkan Donasi Ratusan Juta Bagi Palestina

Ketua IGRA bersama sejumlah siswa RA menyerahkan donasi melalui ACT Jabar di salah satu gedung di Cipanas Cianjur. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Anak-anak sekolah tingkat Raudhatul Athfal (RA) atau biasa disebut Krucil (anak kecil lucu, red) di Jawa barat, sangat peduli kondisi Palestina.

Mereka membuktikannya dengan cara mendonasikan sebagian uang yang dimilikinya itu untuk ditabung dan disalurkan kepada negara yang tengah digempur zionis Israel tersebut.

Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) menjadi wadah bagi para Krucil di masing-masing wilayah yang tersebar di Jabar, untuk menginfakkan sebagian donasi itu melalui lembaga penyalur Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Jawa barat, Cicih Nuraeni mengatakan, awal penggalangan donasi bagi Palestina kala itu, terdorong dari beberapa anak RA yang ingin menyumbangkan sebagian uangnya melalui guru-guru.

Nah begitu hari raya idul Fitri, mereka (para krucil) kepikiran, saat dapat uang THR dari saudaranya dan orang tuanya itu, bagaimana kalau betul niat menggalang donasi, dana tersebut bisa dikumpulkan bersama.

“Jadi saya tuh berpikir begini, yuk kita berbagi Rp1.000 dari para Krucil di masing-masing wilayah untuk sama-sama berpartisipasi peduli Palestina. Nah karena respon Krucil pun sangat baik, akhirnya kami mengumpulkan donasi itu. Nah selama dua minggu, Alhamdulillah hasilnya pun luar biasa,” tutur Cicih kepada wartawan, Selasa (15/6) di Cipanas.

Setelah itu, IGRA pun berinisiasi, ketika para krucil di sana ingin bersedekah, di masing-masing wilayah tersebut uangnya disediakan celengan, yang dinamakan krucil Jawa barat untuk Palestine.

“Jadi masing-masing sekolah di seluruh wilayah di Jabar menyediakan kotak untuk donasi tersebut. Jadi setiap hari anak-anak itu menyisihkan infaq sebagian uangnya untuk mereka donasikan ke Palestina,” kata dia.

Hingga saat ini, ia bersyukur bahwa hasil infaq dari semuanya itu bisa terkumpul mencapai Rp 419 juta.

“Jadi kami donasikan itu ke beberapa badan atau lembaga penyalur zakat. Seperti BAZNAS, dan lainnya. Nah untuk ke Palestina, itu kami salurkan sebesar Rp 350 juta melalui ACT Jabar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Regional Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa barat, Renno I Mahmoeddin mengatakan, pihaknya kini menerima titipan donasi dari Krucil Jabar untuk Palestina. Yang secara simbolis dilaksanakan di salah satu gedung di wilayah Cipanas.

“Jadi inilah salah satu bukti kepedulian warga Jawa barat mulai anak-anak RA yang luar biasa ini, termasuk juga para guru-gurunya di seluruh wilayah Jabar, karena sudah peduli terhadap saudara kita di Palestina,” kata Renno.

Bahkan menurutnya, indeks Indonesia sebagai negara paling dermawan ternyata hari ini dibuktikan oleh adik-adik di Jabar. Salah satunya dengan membantu dan menolong orang yang dia tidak pernah kenal sekalipun. Bahkan yang jauh dan tidak kenal saja, mereka sudah mau bantu, apalagi yang dekat.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi spirit dan menularkan hal positif ke siapa dan dimana saja,” ujarnya.

Untuk proses menyalurkan pun, kata dia, karena ACT sudah memiliki cabang di Gaza Palestina sekitar 6 bulan lalu, maka dari itu menurutnya, untuk penyalurannya akan lebih mudah.

“Jadi Alhamdulillah prosesnya insya Alloh akan lebih mudah. Kami tinggal koordinasi dengan Cabang di sana, nanti bantuan akan kita distribusikan ke wilayah yang paling dibutuhkan atau emergency,” ucapnya.

Adapun untuk saat ini, Renno menuturkan, bantuan yang dibutuhkan di Palestina itu diantaranya, kebutuhan pangan, tenaga medis, kemudian bidang pendidikan dan pemulihan ekonomi.

“Ini empat hal yang memang sangat emergency sekali, walaupun terkait infrastruktur juga tidak bisa kita tinggalkan bahwa memang ribuan rumah di sana telah hancur,” katanya.

Selain itu, ia berharap, serah terima amanah yang diberikan kepada ACT dari para krucil melalui IGRA sebesar Rp 350 juta untuk Palestina ini, bisa bermanfaat dan menjadi ladang amal ibadah bagi semuanya.

“Intinya menurut kami, spirit bersedekah itu memang harus mulai tumbuh. Karena kami yakin, ketika hal itu tumbuh dan mengundang keberkahan Allah di negeri kita ini, insya Allah kebaikan Allah pun akan turun. Bahkan rasanya tidak akan ada bencana jika semuanya masyarakat di bumi ini peduli sesama,” tandasnya. (dan)