Agen Ubah Perilaku Paling Efektif adalah Guru dan Dosen

Sejumlah Guru menunjukan bukti vaksinasi di SMA Negeri 70, Jakarta, Rabu (24/2/2021). Para guru, dosen dan tenaga pendidik dijadwalkan akan menjalani vaksinasi Covid-19 mulai hari ini. Pelaksanaan vaksinasi khusus guru ini untuk mencegah Covid-19 dilingkungan sekolah. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

RADARCIANJUR.com – Guru dan dosen menjadi kunci keberhasilan edukasi penerapan protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka (PTM).

Diyakini, guru dan dosen bakal memberikan dampak signifikan dalam hal edukasi.

Apalagi, mereka adalah pihak yang berada paling dekat dengan peserta didik

Saat ini, Indonesia memiliki 649.192 satuan pendidikan.

Sementara guru berjumlah sekitar 4 juta dengan 68 juta peserta didik.

Dari angka tersebut saja sudah 72 juta ditambah 42 juta keluarga peserta didik.

“Jadi, total akan ada ada 115 juta (orang yang berpeluang patuh protokol kesehatan),” ungkap Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry Harmadi.

Jumlah itu tentu sangat besar jika diedukasi melalui institusi pendidikan.

“Juga menjangkau sangat luas dan cepat. Kita harapkan mereka bisa mematuhi 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak),” sambungnya.

Berdasarkan sensus penduduk, Indonesia memiliki populasi sekitar 270 juta jiwa.

Di sektor pendidikan ini, yang menjadi kunci edukasi penerapan protokol adalah para guru serta dosen.

Mereka pun semestinya bisa memberikan pemahaman yang mudah dimengerti dan menyenangkan.

“Setiap guru dan dosen dengan caranya mencoba mengajak semua siswa dan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan perilaku,” kata dia.

“Kita butuh agen perubahan perilaku, ada dari institusi pendidikan, guru, siswa, mahasiswa dan dosen,” imbuhnya.

Kebiasaan baru dengan selalu menerapkan prokes dalam kehidupan ini bukan hanya menjaga diri sendiri, tapi juga orang lain.

“Terlebih untuk menjaga ibu kalian dari virus yang mudah menyebar, kalian tentunya tidak ingin menyebarkan Covid-19 pada keluarga,” ujar Sonny.

“Untuk itu, tetap patuhi memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun,” tandasnya.

Reporter: Dede Ginanjar/FJPP