Cianjur Was-was Zona Merah, PSBB atau Lockdown?

Ilustrasi Covid-19

RADARCIANJUR.com- Terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur yang diduga terjadi pasca libur panjang sebelumnya cukup membuat semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga protokol kesehatan (prokes). Bahkan, keterisian RSUD Sayang, Cianjur sudah di atas 80 persen. Selain itu, dua rumah sakit sudah 100 persen. Ruang isolasi pun rencananya akan ditambah melihat adanya lonjakan.

Selain rumah sakit, tempat isolasi di Bumi Ciherang sudah penuh dan daftar tunggu untuk isolasi di Bumi Ciherang. Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur pun meminta kepada pihak rumah sakit agar menambah ketersediaan tempat tidur hingga 30 persen.

Jubir Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, pihaknya akan mengadakan pertemuan guna membahas ketersediaan tempat isolasi di tengah meningkatnya kasus Covid-19.

“Kita meminta rumah sakit menambah ketersediaan tempat tidur sebanyak 30 persen. Kita juga sudah mengeluarkan surat edaran mengenai tidak mengadakan aktifitas yang berpotensi kerumunan,” ujarnya.

Pihaknya pun belum menentukan langkah yang akan dilakukan yang saat ini masih menanti keputusan dari kebijakan Provinsi Jawa Barat. Bahkan, dikabarkan akan kembali diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang paling darurat akan diberlakukan lockdown.

“Ada wacana diberlakukan kembali PSBB, atau yang lebih tinggi lagi seperti lockdown,” terangnya.

Saat ini, Kabupaten Cianjur berada di zona oranye. Sementara untuk periode satu minggu kedepan, pihaknya belum mengetahui, karena menanti hasil dari data di lapangan mengenai penyebaran kasus. Namun, pihaknya mengkhawatirkan jika sampai Cianjur berada di zona merah.

“Karena evaluasi setiap minggu, untuk periode satu minggu kedepan kita belum mengetahui. Kemungkinan bisa jadi bisa di oranye, bahkan bisa ke merah, tergantung penilaian dari pusat,” paparnya. (kim)