DLH Cianjur Catat Masih Banyak Perusahaan Lalukan Pelanggaran Lingkungan

Dindin Solihin Kepala Seksi Penegak Hukum (Gakum) DLH Kabupaten Cianjur saat ditemui di kantornya. Foto : Bayu Nurmuslim/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur mencatat masih banyak pelanggaran lingkungan yang dilakukan perusahaan di Kabupaten Cianjur.

Tercatat selama periode Bulan Januari sampai Mei ada 11 perusahaan yang telah melanggar lingkungan dan hal tersebut tentunya sering menimbulkan konflik dengan masyarakat sekitar.

Kepala Seksi Penegak Hukum (Gakum) DLH Kabupaten Cianjur, Dindin Solihin mengatakan, di awal tahun 2021 masih banyak perusahaan di Kabupaten Cianjur yang masih rawan pencemaran lingkungan.

“Jadi ada laporan dari masyarakat tertulis sebanyak 7 Perusahaan dan yang tidak tertulis ada 4,”katanya.

Dindin menjelaskan, beberapa perusahaan wilayah Utara Kabupaten Cianjur mendominasi rawan terjadinya melakukan pencemaran lingkungan.

” Wilayah yang rawan terjadinya pencemaran yang dilakukan perusahaan area wilayah Utara yang berdekatan dengan sungai Citarum seperti Kecamatan Sukaluyu, Cikalong, Mande, Ciranjang dan Haurwangi,” tuturnya.

Selain itu Dindin menjelaskan, Beberapa perusahaan yang melanggar hampir kebanyakan bergerak di bidang peternakan.

“Hampir kebanyakan di bidang peternakan dan banyak kasus peternakan ayam berkonflik dengan masyarakat dengan masalah seperti lalat,bau dan pencemaran udara,”ungkapnya.

Selain itu masih banyak ditemukan perusahaan peternakan yang tidak rutin melaporkan uji baku dan mutu.

” Perusahaan peternakan per 3 bulan sekali wajib melaporkan hasil dari uji baku mutu udara dan air ke DLH serta Pemerintah Desa setempat,”jelasnya.

Menurutnya, pihaknya akan menindak tegas perusahaan yang melanggar pencemaran lingkungan.

“Kita terlebih dahulu memberikan surat peringatan sebanyak 3 kali, jika tidak diindahkan kita lakukan pemaksaan kemudian ada ultimatum gramadium sebagai upaya terakhir dengan dasarnya pidana lingkungan dengan upaya pelaporan kepada Kepolisan,”. (byu)