Melejit Isu Kawin Kontrak, Camat Cipanas Bakal Sosialisasi di Tujuh Desa

Camat Cipanas, Latip Ridwan. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Menyusul setelah disahkannya Peraturan Bupati (Perbup) tentang pencegahan praktek Kawin Kontrak beberapa waktu lalu, Camat Cipanas beserta jajarannya bakal segera mensosialisasikan aturan tersebut kepada warga di tujuh desa yang ada di wilayah Kecamatan Cipanas.

“Terkait adanya Perbup yang telah disahkan, kami dari pemerintah kecamatan akan segera mensosialisasikan hal itu ke warga. Supaya warga di kecamatan Cipanas ini lebih paham bagaimana dampak yang terjadi nanti, apabila praktek tersebut dilakukan,” tutur Camat Cipanas, Latip Ridwan saat ditemui, Selasa (22/6/2021).

Bahkan menurutnya, dengan terbitnya Perbup tadi, langkah pemerintah sudah dinilai tepat melakukan antisipasi tersebut. Sehingga diharapkan setelah ini, aturan tegas seperti Perda pun akan segera menyusul.

“Saya setuju adanya Perbup yang dibuat Pemkab. Namun untuk praktek kawin kontraknya, sangat tidak setuju. Karena itu merupakan pelanggaran kemanusiaan,” ujarnya.

Selain menjadi pelanggaran kemanusiaan, Latip menyebut, dampak negatif jika terjadinya kawin mut’ah, tentu akan berdampak luas dan besar di masa yang akan datang.

Seperti contohnya, jika setelah tiga bulan si pelaku atau korban (perempuan) yang dinikahi oleh laki-laki secara kontrak, mulai dari keturunannya, masa depan si perempuan itu akan menjadi apa.

“Makanya segera kami akan lakukan sosialisasi tentang larangan itu kepada masyarakat bersama aktivis perempuan. Sehingga cap perempuan di Cianjur ini tidak diasumsikan wanita murahan,” kata dia.

Ia menambahkan, selain mensosialisasikan larangan tersebut, pihaknya juga bakal memberikan edukasi serta pelatihan keterampilan bagi warga khususnya para perempuan di Cipanas ini. Sehingga kedepannya, mereka akan lebih berfikir langkah positif apa yang harus dilakukan demi keberlangsungan hidup mereka di masa depan.

“Dengan sosialisasi dan pelatihan kepada warga, apalagi jika ada korban praktek Kawin Kontrak, kami berharap prinsip hidup mereka (korban) akan lebih baik lagi,” pungkasnya. (dan)