Remaja Ciranjang Penderita Epilpesi dan Luka Bakar Akhirnya Dibawa ke RSUD Cianjur

Penanganan Asep Taupik Hidayat (15) warga Kampung Pasir Awitali RT 02 RW 12, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, yang menderita luka bakar akhirnya dibawa ke RSUD Cianjur oleh YRPJ.

RADARCIANJUR.com– Setelah sempat ramai di salah satu media sosial Facebook seorang remaja Asep Taupik Hidayat (15) warga Kampung Pasir Awitali RT 02 RW 12, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, yang menderita luka bakar akhirnya di bawa ke RSUD Cianjur.

Ia dibawa ke rumah sakit setelah Yayasan Rumah Pulih Jiwa (YRPJ) datang mengunjunginya.

Diketahui pada Sabtu (15/06/2021) lalu, kedua tangan Asep mengalami luka bakar yang cukup serius.

Ade Didah Ibundanya menuturkan, kejadian itu bermula ketika Asep sedang membakar sampah yang tak jauh dari rumahnya. Saat itu penyakit epilepsi Asep kambuh hingga jatuh tersungkur pada bara api yang sedang menyala, sehingga mengakibatkan kedua tangannya mengalami luka bakar.

“Kedua tangannya melepuh dan setiap malam selalu menangis merasakan sakit akibat luka bakar di tangannya,”ungkapnya, Selasa 22/06/2021.

Setelah itu Asep pun langsung dibawa ke Puskesmas Ciranjang dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Cianjur dan di RSUD Cianjur selama enam hari dan disuruh berobat jalan ke Puskesmas Ciranjang.

Selain itu, Ibunda Asep menjelaskan Keluarganya termasuk Keluarga tak mampu dengan penghasilan yang didapat suaminya sebagai buruh serabutan sehingga tak memiliki biaya untuk melakukan pengobatan rutin atau untuk di rawat di rumah sakit.

“Keadaan kami kaya gini, jangankan berobat. Tinggal bersama saja di gubuk reyot yang terbuat dari kayu dan bambu yang ditutupi bilik,”ungkapnya.

Pengurus Yayasan Rumah Pulih Jiwa, Verawati mengatakan, pihaknya akan membawa kembali Asep, untuk dirawat di RSUD Cianjur.

“Hari ini, ( Selasa, 22/06/2021) kami Yayasan Rumah Pulih Jiwa akan membawa Asep ke RSUD Cianjur untuk dilakukan pengobatan,”katanya

Vera mengungkapkan, pada saat penjemputan, Asep sempat susah untuk dibawa, namun dengan berbagai cara akhirnya Asep berhasil dibujuk dan mau ikut ke rumah sakit.

“Tadi sempat kesulitan, namun dengan berbagai cara akhirnya Asep mau ikut ke rumah sakit, dan ibunya juga ikut ke rumah sakit mendampingi,” tandasnya. (byu)