Puluhan Warga Mande Terpapar Covid-19, Diduga Penyebaran dari Pabrik

Ilustrasi Covid-19

RADARCIANJUR.com- Penyebaran Covid-19 semakin merajalela. Dari informasi terhimpun, di Kecamatan Mande beberapa warga diduga terpapar Covid-19 yang berada di enam desa yakni Desa Jamali, Ciandam, Munisari, Mulyasari, Mande dan Mekarjaya. Total warga yang terkonfirmasi positif berjumlah 68 orang. Diduga penyebaran tersebut berasal dari warga yang bekerja di pabrik di luar Kecamatan Mande.

Kronologis berawal saat salah satu warga melakukan pengecekan kesehatan dengan gejala diduga Covid-19. Setelah dilakukan penelusuran, jumlah terpapar cukup banyak. Dari jumlah tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia pada bulan sebelumnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapuskesmas Mande, Euis. Dirinya mengungkapkan, dari seluruhnya ada yang bergejala tidak berawal dari warga yang berobat jalan dengan diagnosa mencurigakan.

“Pada saat kita tanya, ternyata pekerja pabrik, kebanyakan di luar Mande dan kita lakukan tracing dengan jumlah yang cukup banyak,” ujarnya.

Lanjutnya, warga yang terkonfirmasi melakukan isolasi mandiri selama kurang lebih 10 hari dan dalam pemantauan.

Saat ini, pelayanan kesehatan di Puskesmas Mande pun dibatasi sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 meluas.

“Karena di desa sudah banyak, warga memilih isolasi mandiri dan saat ini pelayanan kita batasi di puskesmas,” ungkapnya.

Sementara itu, hal senada turut diungkapkan Kasipem Kecamatan Mande, Rika. Rata-rata warga yang terpapar bekerja di pabrik-pabrik. Bahkan, terdapat dua orang warga di Kademangan meninggal dunia.

“Bekerja di pabrik, pulangnya terpapar Covid-19. Kalau yang meninggal di Kademangan, dua orang berusia sekitar 50 tahun,” terangnya.

Saat ini, pihak Kecamatan Mande langsung melakukan pembatasan aktifitas masyarakat agar tidak terjadi penyebaran yang lebih meluas seperti melakukan operasi yustisi.

“Kita lakukan operasi yustisi dan tentunya tidak lupa memberikan sosialisasi kepada masyarakat serta desa-desa untuk upaya pencegahan,” paparnya.

Di sisi lain, Jubir Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal saat akan dikonfirmasi tidak dapat dihubungi hingga saat ini. (kim)