Pasca Dilantik, PC IMM Cianjur Siap Menyongsong Industri 5.0

RESMI: PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Cianjur jalani sesi pelantikan di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Sejumlah pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Cianjur melaksanakan pelantikan kepengurusan periode 2021-2022 di Gedung DPRD Cianjur, Minggu (27/6).

Kegiatan ini dihadiri Asda III, Rachmat Hartono; Pendiri Muhammadiyah Cianjur, Tohir Azhari; Sekjen DPD KNPI Cianjur, Muhammad Fajar Firdaus; Ketua PD Aisyiah Cianjur, Titin Suastini; DPD IMM Jawa Barat, serta BEM dan OKP se-Cianjur.

Ketua PC IMM Cianjur Dika Muhamad Rifai mengatakan, tema pelantikan tahun ini yaitu Revitalisasi Kepemimpinan IMM untuk Membentuk Akademisi di Era 5.0.

“Dengan tema tersebut IMM hadir untuk memaksimalkan media sebagai wadah dakwah untuk kesejahteraan umat,” ujarnya.

Dengan kepengurusan baru tersebut, diharapkan bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat untuk kemajuan dunia pendidikan.

“Kabupaten Cianjur terkenal sebagai kota santri, maka IMM hadir untuk mewujudkan kota santri Cianjur yang sebenarnya,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, IMM Cianjur sebagai kader intelektual akan bergerak mengkaji segala permasalahan yang ada di Cianjur.

“Serta bisa bersinegritas dengan OKP yang ada di Cianjur dan juga BEM Cianjur serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang bertujuan untuk kemaslahatan umat serta kesejahteraan umat,” jelasnya.

Kepala Bidang Organisasi PC IMM Cianjur, Afsal Muhammad menjelaskan, tema tersebut diambil mengingat zaman yang semakin canggih membuat dakwah bisa dilakukan secara meluas.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19, teknologi harus semakin dipahami dan dimanfaatkan dengan baik, maka dari itu IMM hadir dengan mengedepankan era 5.0 di dalam dakwah,” paparnya.

Ia yang juga ketua pelaksana pelantikan ini beharap IMM hadir sebagai angin segar bagi masyarakat. Penyambung lidah rakyat yang dengan ikhlas mau mendengar dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik dan benar.

“Kini sudah bukan zamannya lagi persaingan, dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, perlu kerja sama dan kolaborasi. Singkirkan niat pribadi, harus ikhlas demi rakyat,” tutupnya. (kim)