Janji Sosialisasi Kawin Kontrak, Forkopimcam Cipanas Mulai Realisasi di Batulawang

Forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Cipanas bersama satgas Covid-19 melakukan sosialisasi kepada puluhan tokoh masyarakat.

RADARCIANJUR.com – Forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Cipanas bersama satgas Covid-19 melakukan sosialisasi kepada puluhan tokoh masyarakat terkait pencegahan kawin mut’ah atau kontrak dan penanganan pandemi Covid-19, di Aula Desa Batulawang, Senin (28/6/2021).

Camat Cipanas, Latip Ridwan mengatakan, sosialisasi ini dilakukan demi mengantisipasi terjadinya dugaan kawin kontrak dan secara umum tentang pencegahan penanganan kasus Covid-19 di kabupaten Cianjur, khususnya di Kecamatan Cipanas.

“Kami lakukan sosialisasi ini sengaja mengajak tokoh masyarakat seperti pak RT dan RW di masing-masing wilayah di Batulawang supaya bisa menjelaskan kembali ke warganya nanti,” kata Latip kepada radarcianjur.com, Senin sore.

Lebih lanjut, hal tersebut juga dilakukan sesuai instruksi bapak Bupati Herman Suherman, dimana sosialisasi kawin kontrak ini harus sampai ke RT dan RW di wilayah desa masing-masing.

“Jadi supaya lebih dekat juga dengan warga, dan semua elemen masyarakat paham serta mengetahui adanya Perbup larangan nikah mut’ah ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Latip mengungkapkan, bahwa dugaan kawin kontrak tersebut sempat terjadi beberapa tahun silam, sebelum dirinya menjabat sebagai Camat Cipanas.

“Sebetulnya pernah ada kawin kontrak itu, tapi di tahun-tahun lalu. Namun saya juga belum bisa memastikan seberapa jelas data realnya berapa dan dimana. Nanti kalau betul ada, kami akan terangkan lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Camat Cipanas beserta jajarannya bakal segera mensosialisasikan aturan tersebut kepada warga di tujuh desa yang ada di wilayah Kecamatan Cipanas.

“Terkait adanya Perbup yang telah disahkan, kami dari pemerintah kecamatan akan segera mensosialisasikan hal itu ke warga. Supaya warga di kecamatan Cipanas ini lebih paham bagaimana dampak yang terjadi nanti, apabila praktek tersebut dilakukan,” tutur Camat Cipanas, Latip Ridwan saat ditemui, Selasa (22/6/2021).

Bahkan menurutnya, dengan terbitnya Perbup tadi, langkah pemerintah sudah dinilai tepat melakukan antisipasi tersebut. Sehingga diharapkan setelah ini, aturan tegas seperti Perda pun akan segera menyusul.

“Saya setuju adanya Perbup yang dibuat Pemkab. Namun untuk praktek kawin kontraknya, sangat tidak setuju. Karena itu merupakan pelanggaran kemanusiaan,” ujarnya. (dan)