Oknum Sekdes Lakukan Percobaan Pemerkosaan Gadis di Bawah Umur

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Seorang oknum aparatur desa yang memiliki jabatan sebagai Sekdes berinisial D di Kecamatan Warungkondang diduga melakukan tindakan asusila terhadap gadis di bawah umur.

Tindakan asusila yang dilakukan oknum Sekdes tersebut yaitu percobaan pemerkosaan namun berujung kegagalan.

E Kakak korban menceritakan, awalnya adiknya yang berinisial NR (17) beberapa hari kebelakang sering melamun dan terlihat menyimpan suatu masalah yang dipendamnya.

“Awalnya sering melamun dan terlihat menutupi masalahnya. Setelah didesak saya baru mau cerita,” katanya kepada Radar Cianjur, Senin (28/06/2021).

NR kemudian bercerita kepada sang E pada hari Rabu (23/06/2021) ia hendak mengambil formulir SDGS untuk membantu warga dikampungnya.

“Cerita ke saya tanggal segitu hari itu mau bantuin warga ngisi formulir apa gituh yah saya kurang paham,”ungkapnya.

Namun ketika sudah berada di desa formulir tersebut sudah habis dan kebetulan bertemu dengan Sekdes (D) yang berjanji untuk membuatkannya formulir tersebut dengan syarat NR memberikan nomor telepon kepadanya.

“Ketemu sama Sekdes itu, dijanjiin tuh mau dibuatkan formulir yang habis. Adik saya kemudian pergi ke sekolahnya untuk mengerjakan tugas,”tuturnya.

Setelah NR tiba di sekolah tak lama oknum Sekdes tersebut menelponnya dan mengatakan akan menjemput NR ke sekolahnya untuk dibawa ke kantor desa.

Namun ketika di perjalanan mobil yang dibawanya malah terparkir disalah satu rumah kos-kosan.

Dikos-kosan tersebut D melakukan aksi bejatnya dengan meraba bagian tubuh NR dan akan mencoba membuka kancing baju NR.

“Adik saya berontak sambil nangis dan minta untuk diantarkan ke tempat PKLnya dulu ke Mapolsek Warungkondang,”ujarnya.

Setelah sempat istirahat dan menenangkan diri NR kemudian pulang sendiri ke rumahnya.

” Abis dari Polsek mah pulang sendiri ke rumah,” bebernya.

Menurut E saat ini kasus adiknya tersebut belum dilaporkannya kepada pihak kepolisian dan lebih memilih dilakukan mediasi bersama oknum Sekdes tersebut namun tidak mencapai kesepakatan dan akan dilakukan mediasi kembali hari ini (Red : 28/06/2021).

“Saya tidak melaporkan kasus adik saya ke polisi, karena saat ini ingin pakai jalur mediasi saja, kemarin hari Minggu tanggal 27/06/2021. Saya dan keluarga hanya menuntut sekdes untuk meminta maaf atas perbuatannya dan mundur sebagai Sekdes di desa kami,”jelasnya.

Sementara itu di konfirmasi Radar Cianjur Melalui aplikasi WhatsApp, (D) Oknum Sekdes tersebut membantah telah melakukan perbuatan bejat yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat.

“Saya sebenarnya dijebak dengan keadaan ini,” ungkapnya.

Menurutnya, masalah tersebut telah selesai karena sudah dimediasi bersama pihak Kapolsek. Namun D menyayangkan kasus yang menimpanya malah melebar ke hal yang lain dengan dituntutnya ia untuk mundur sebagai Sekdes.

“Sebenarnya sudah beres, kan sudah dimediasi sama Kapolsek Warungkondang. Ini sebenarnya kaitannya politik karena saya diminta untuk mundur dari pekerjaan saya,”pungkasnya. (byu)