PTM di Kabupaten Cianjur Tidak Diizinkan. Sekolah Jangan Memaksa Buka

RADARCIANJUR.com- Pembelajaran tatap muka (PTM) terancam gagal dilaksanakan. Pasalnya, saat ini kondisi kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur meningkat. Meskipun sebelumnya telah diterbitkan mengenai surat keputusan bersama (SKB) empat menteri mengenai PTM.

Namun, dari surat tersebut dikembalikan kepada daerah kabupaten atau kota masing-masing. Jika tetap dilaksanakan, dikhawatirkan siswa terpapar Covid-19.

“PTM belum diizinkan karena anak-anak rentan. Ini berlaku semua kecamatan dan belajar secara daring.
Selain itu zona Cianjur dalam zona oranye,” ujar Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Cianjur, Himam Haris mengungkapkan, kondisi kasus saat ini tengah memuncak. Namun sekolah tetap berupaya mempersiapkan protokol kesehatan (prokes).

“Tetap sekolah mempersiapkan protokol kesehatan karena melihat dari surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang kembali diserahkan ke kabupaten serta kota masing-masing,” terangnya.

Lanjutnya, secara prosedur nantinya setiap sekolah mengajukan ke Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 untuk mendapatkan rekomendasi.

Untuk desa menangani kesiapan SD dibimbing kordik serta pengawas dengan kehadiran 35-50 persen dari kelas 4 hingga kelas 6.

“Jika kondisi dua minggu mendatang baik, maka akan menyesuaikan. Jika buruk, maka kembali ditunda,” paparnya.

Ia memanmbahkan, SMP dan SMA dimulai dengan orientasi siswa baru. Jika melihat kondisi bagus dilanjutkan dengan kelas 8 dan 9 dilaksanakan tetap protokol kesehatan. Bahkan, tak sedikit orangtua siswa sampai membuat surat pernyataan mengenai jaminan kesehatan anaknya dengan membuat surat pernyataan.

Pihaknya pun meminta kepada semua sekolah di Kabupaten Cianjur tidak sampai memaksa membuka pembelajaran tanpa adanya rekomendasi.

“Proses PTM jangan sembarangan, karena mengandung resiko,” tegasnya. (kim)