Sudah 1.081 Anak di Cianjur Terpapar Covid-19

Ilustrasi Covid-19

RADARCIANJUR.com- Penyebaran Covid-19 tidak hanya menyerang terhadap orang dewasa dan orang lanjut usia (lansia). Di Kabupaten Cianjur, dari awal pandemi sudah 1.081 anak terkonfirmasi Covid-19.

Bahkan, saat ini dikhawatirkan berpotensi besar penyebaran terhadap anak dengan usia antara 0-18 tahun. Rata-rata, anak-anak didominasi tanpa gejala.

“Kasus Covid-19 terhadap anak sebelumnya sudah mencapai 1.081, itu data kasus lama,” ujar Jubir Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.

Lanjutnya, sementara potensi kemungkinan sangat besar menyebar terhadap anak. Kasus pada anak kebanyakan OTG, hanya beberapa kasus gejala ringan.

Selain pencegahan melalui penerapan protokol kesehatan (prokes) kepada anak, pemenuhan gizi anak dan keluarga perlu dilakukan masyarakat. Hal ini dapat meminimalisir penularan Covid-19 selain dengan penerapan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Teni Hernawafi mengungkapkan, pemenuhan gizi sangat diperlukan untuk menghindari paparan Covid-19.

“Sangat perlu orang yang memiliki gangguan dan masalah gizi membuat imunitas rendah, kalau imunitas mau bagus maka gizi harus bagus,” terangnya.

Dinkes Kabupaten Cianjur, jelas harus mendukung pemenuhan gizi anak. Mengingat di Jawa Barat sudah banyak anak yang terpapar Covid-19.

“Iya, harus pemenuhan gizi anak menentukan anak menjadi cerdas termasuk pola asuh juga berpengaruh,” ungkapnya.

Pihak terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pemenuhan gizi anak dan keluarga. Termasuk membantu penambahan gizi masyarakat.

“Kita lakukan edukasi tentang gizi, penambahan gizi bagi yang kurang dan gizi buruk. Sosialisasi juga soal Pedoman Gizi Seimbang (PGS),” tuturnya.

Mengingat Puskesmas kini sangat rawan dengan paparan Covid-19, pihaknya memiliki sejumlah kegiatan demi membantu pelayanan gizi anak.

“Kita ada kegiatan yang namanya penimbangan balita setiap bulan juga ada posyandu untuk status gizi bisa dilakukan melalui aplikasi yang kita miliki,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh keluarga di Kabupaten Cianjur untuk terus meningkatkan imunitas anak dan keluarga dengan gizi yang baik.

“Tingkatkan kebersihan lingkungan tingkatkan juga penerapan protokol kesehatan tidak boleh abai dan lalai terhadap protokol kesehatan,” tutupnya. (kim)