Bayi di Cimacan Gizi Buruk, Ini Kata Tim Medis

GIZI BURUK: Penanganan Muhammad Syaefi Syalaf Ramadhan alias Alaf (13 bulan) balita gizi buruk oleh pemerintah desa bersama tim medis dirujuk ke RSUD Cimacan.Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Muhammad Syaefi Syalaf Ramadhan, biasa dipanggil Alaf, yang lahir pada 13 bulan asal Kampung Kubang Desa Cimacan, Cipanas, ternyata didiagnosa alami gizi buruk.

Kepala Seksi (Kasie) Pengembangan dan Keperawatan RSUD Cimacan, Toto Hermawan, membenarkan adanya penanganan pasien atas nama balita asal warga di Desa Cimacan yang dirujuk Selasa pagi ke rumah sakit.

“Jadi pasien ini datang dengan diantar oleh ambulan desa sekitar pukul 07.45 Wib. Kemudian kami melakukan asesmen baik perawatan maupun medis, yang hasilnya dari asesmen itu anak tersebut dalam kondisi berat badan 5,2 kilogram di usia 13 bulan ini,” tuturnya.

Setelah itu dilaksanakan pengecekan atau tindakan dokter spesialis anak, serta pemeriksaan PCR antigen. Hasilnya pun setelah dilakukan beberapa tindakan, pasien atau anak tersebut mengidap gizi buruk.

“Jadi setelah kami periksa, memang anak itu mengalami gizi buruk. Namun untuk secara historis kami belum sampai mengkaji apakah pada saat dia dilahirkan atau kehamilan seperti apa dan sejauhmana. Karena hal tersebut bisa dilihat serta dievaluasi oleh bidan desa setempat,” jelasnya.

Toto menjelaskan, beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya gizi buruk itu, bisa dialami karena dilatarbelakangi ekonomi, sanitasi, pendidikan orangtua, dan perilaku orangtua.

Kemiskinan juga menjadi salah satu determinan sosial ekonomi, merupakan akar dari ketiadaan pangan, tempat mukim yang berjejalan, dan tidak sehat serta ketidakmampuan mengakses fasilitas kesehatan.

“Kami di sini akan melakukan tindakan medis dan perawatan secara maksimal. Bukan hanya untuk kasus gizi buruk saja tetapi untuk semua pasien yang ada di rumah sakit Cimacan ini,” terangnya.(dan)