Terjadi Lonjakan Pasien Covid-19, RSUD Cimacan Tambah Tempat Tidur

RSUD Cimacan Cipanas.(foto:ist)
RSUD Cimacan Cipanas.(foto:ist)

RADARCIANJUR.com – Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur, membuat ruang isolasi dan tempat tidur pasien Corona penuh. Sehingga memaksa penanganan bagi pasien positif Covid-19 pun harus ditambah.

Seperti yang dilakukan Rumah Sakit UMUM Daerah (RSUD) Cimacan. Pihaknya telah menambah satu ruang isolasi dan puluhan tempat tidur baru yang dinamai ruang Asoka.

“Terkait dengan kapasitas tempat tidur, untuk saat ini kita tambahkan sebanyak 26 tempat tidur. Penambahan ini untuk tempat tidur pasien Covid-19 dengan ruangan khusus yang diberi nama ruang Asoka,” ujar Kasubag Umum dan Kepagawaian RSUD Cimacan, Endri Cedo Nufli saat ditemui radarcianjur.com, di RSUD Cimacan, Selasa (29/6/2021).

Penambahan tersebut menurutnya, atas dasar respon dari kondisi melonjaknya kasus positif Covid-19 di kabupaten Cianjur, khususnya di wilayah Utara. Termasuk atas adanya perintah atau intruksi dari Pemkab Cianjur, dalam hal ini Bupati Cianjur Herman Suherman.

“Jadi untuk penanganan pasien Covid-19 sebelumnya itu ada di ruang Tulip sebanyak 12 kasur, Aster 14 kasur, kemudian di ruangan baru ini yakni ruang Asoka sebanyak 36 tempat tidur,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyebut, untuk jumlah pasien Covid-19 di tiga pekan kemarin, memang terjadi lonjakan angka kasus sekitar puluhan pasien Corona.

“Pada saat beberapa pekan kemarin kondisi ruangan pasien Corona itu penuh. Makanya kita langsung gerak cepat untuk menambah jumlah tempat tidur bagi pasien positif dengan diagnosa sedang hingga parah,” ujarnya.

Hampir rata-rata pasien yang dilakukan isolasi di rumah sakit ini, didominasi warga di sekitar wilayah penyangga. Diantaranya, wilayah Cipanas, Pacet, Sukaresmi, Cugenang, dan sebagian dari wilayah kota.

Kepala Seksi (Kasie) Pengembangan dan Keperawatan, Toto Hermawan menambahkan, hingga saat ini pasien Covid-19 yang masih dirawat di RSUD Cimacan diantaranya di ruang Asoka sebanyak 21 pasien, untuk di ruang Tulip ada 13 dan Aster 13 pasien.

“Ditambah waiting list di ruang IGD sekarang itu sudah ada 8 pasien. Adanya seperti itu, karena memang kami melakukan PCR. Tes tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah pasien tersebut diperbolehkan pulang atau belum,” kata dia. (dan)