Menantang Maut di Jembatan Leuwi Jurig

Jembatan leuwi Jurig, penghubung antara Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, dengan Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak.

RADARCIANJUR.com – Di zaman serba modern ini tentunya fasilitas pendukung untuk menghubungkan daerah satu dengan daerah lainnya sangat penting.

Namun apa jadinya jika akses tersebut sudah tak layak bahkan berbahaya seperti salah satu jembatan gantung penghubung antar kecamatan Takokak dengan Kecamatan Kadupandak dengan kondisi memprihatinkan serta membahayakan dan tampak terlihat kondisi jembatan yang terbuat dari kayu dan besi itu habis dimakan zaman dan dibiarkan begitu saja tanpa adanya perbaikan.

Jembatan tersebut bernama jembatan leuwi Jurig, sebuah akses penghubung antara Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, dengan Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak.

Muhammad Ilyas Ruhiat (28), salah satu warga Kp Sukarilah, Desa Waringinsari yang sering melalui jembatan tersebut mengatakan, apabila melewati jembatan Leuwi Jurig ibarat seperti menantang maut.

“Kondisinya yah seperti, kalau lewat jembatan ini serasa menantang maut karena jembatan bergoyang dan dikhawatirkan sewaktu-waktu akan roboh ketika melintas,”katanya.

Ilyas berharap kepada Pemerintah untuk melakukan perbaikan agar jembatan Leuwi Jurig layak agar lebih layak karena dinilai bersejarah sejak dahulu kala.

“Saya selaku generasi muda yang ada di daerah Takokak khsuusnya daerah Desa Waringinsari, kami sampaikan pesan terutama kepada pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Cianjur bahwa sannya jembatan Leuwi Jurig ini adalah jembatan bersejarah,”tuturnya.

Selain itu menurut Ilyas, jembatan gantung tersebut adalah akses satu-satunya untuk dipergunakan masyarakat Desa Waringinsari melakukan berbagai aktivitas ke daerah Kecamatan Sukanagara terutama kegiatan bekerja dan berbelanja kebutuhan pokok.

“Jembatan ini belum ada perhatian dari pemerintah. Apalagi dijadikan akses masyarakat untuk berkerja, berbelanja bahkan untuk bersekolah anak-anaknya,”ungkapnya.

Ilyas menjelaskan, dalam setiap minggu 100 sampai 500 motor melintas di jembatan tersebut. karena jika menggunakan jalan lain membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sekali tempuh.

“Ada sih jalan lain yang dapat digunakan masyarakat. Hanya saja harus muter, itu pun sekitar 3 jam perjalanan,”pungkasnya. (byu)