Wacana Kominfo Blokir Game Online, Ini Tanggapan E-Sport dan P2TP2A Cianjur

Ilustrasi

RADARCIANJUR- Setelah adanya pernyataan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) tentang pertimbangan atas pemblokiran beberapa game online yang sebelumnya dinilai banyak menimbulkan masalah.

Hal tersebut menuai reaksi yang beragam dari berbagai pihak di Kabupaten Cianjur.

Adapun beberapa Game online yang dipertimbangkan untuk diblokir diantaranya PUBG, Free Fire, hingga Mobile Legend.

E-sport Kabupaten Cianjur menanggapi terkait pertimbangan pemblokiran yang dilakukan Kemkominfo atas beberapa jenis game online.

Sekretaris E-Sport Kabupaten Cianjur, Eka Merdeka mengatakan, game online memang memiliki dampak negatif dan positif bagi masyarakat.

“Negatifnya seperti sekarang banyak yang kecanduan sampai lupa waktu atau boros menggunakan uang untuk bermain game,” katanya.

Namun Eka menjelaskan, dari sisi positifnya bisa membawa prestasi bagi daerah dengan di ikutkannya para atlet untuk ikut andil dalam turnamen E-Sport.

“Jadi, diblokir atau tidak tetap ada dampak negatif dan positif. Ketika diblokir, memang orang yang kecanduan bermain game sebagai hobi bisa dikurangi. Tapi, bagaimana dengan para atlet yang bisa berprestasi,”jelasnya.

Eka menyebut pihaknya, mengikuti keputusan pemerintah pusat terkait adanya pemblokiran beberapa game online.

Kami mengikuti apa yang telah di keputusan pemerintah, tapi tetap semua keputusan ada konsekuensi yang akan diterima kedepannya,”ungkapnya.

Senada dengan yang disampaikan, ketua harian P2TP2A Kabupaten Cianjur yang juga pemerhati perempuan dan anak Lidya Indayani Umar mengatakan, harus adanya pengawasan dari orangtua agar anak tersebut tidak terkena dampak negatif dari permainan game online.

“Intinya saya setuju harus ada protek karena sudah menggangu anak-anak yang hampir ketagihan dengan game online. Apalagi di masa pandemi seperti ini anak-anak tidak belajar, ada PR juga terkadang orangtuanya yang mengerjakan,”kata Lidya.

Selain itu Lidya menjelaskan harus ada pembatasan dari orangtua terhadap anak-anakmya dalam bermain game online.

“Ada waktu nya boleh anak-anak main game tetapi harus dibatasi dan diawasi. Ada juga laporan didalam game menurut info tiba-tiba muncul film yang tidak senonoh dan tentunya akan berpengaruh terhadap perilaku anak,”pungkasnya. (byu)