Aktivis Lingkungan Soroti Pencemaran Sungai di Sungai Cisarua

Kondisi bantaran sungai di perbatasan Desa Sukatani dan Sindangjaya kumuh dan berbau, akibat adanya gundukan sampah. (Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Aktivis Lingkungan dari Ketua Forum Cianjur Bebas Sampah, Sandi Mulyadi menyoroti soal adanya dugaan pencemaran sungai Cisarua yang berada diantara Desa Sukatani dan Sindangjaya.

Sungai tersebut, diketahui telah lama banyak gundukan sampah baik di bantaran maupun di aliran sungai Cisarua yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab selama ini.

Mang Yadi begitu ia disapa mengatakan, adanya fenomena tersebut tentu bukan hal baru terjadi di lingkungan masyarakat pada umumnya. Terlebih yang terjadi pada pencemaran sungai akibat buang sampah sembarangan di wilayah Utara Cianjur itu.

“Yang harus kita ambil benang merahnya itu kenapa mereka bisa membuang sampah di sana? Tentu itu yang yang harus kita semua pahami. Apakah rendahnya literasi lingkungan masyarakat, dan bagaimana peran keluarga, sekolah, atau lingkungannya,” kata Sandi saat dihubungi radarcianjur.com, Kamis (1/7/2021).

“Jadi proses merdeka dalam hal penanganan sampah untuk menuju lebih baik itu harus ada sesuatu yang dilakukan sejak dini,” tambahnya.

Tak hanya itu, dirinya juga sangat menyayangkan adanya pembuangan sampah ke aliran tersebut. Namun di sisi lain pihaknya meminta kepada pemilik kebijakan di daerah agar lebih tegas memperhatikan lingkungan di kabupaten Cianjur ini.

“Memang sangat prihatin. Tetapi kita juga tak bisa menyalahkan siapapun akan hal ini. Namun di sini justru mesti ada ketegasan dari pemerintah daerahnya hingga ke desa dan tingkat selanjutnya supaya lebih pro aktif penanganan masalah sampah ini,” kata dia.

Bahkan di empat tahun ini melalui berbagai komunitas, pihaknya juga sering melakukan edukasi dan mengingatkan agar yang namanya gaya hidup ramah lingkungan itu harus terus digaungkan, dibudayakan dan mengadvokasi ke ruang ruang kebijakan salah satunya adalah regulasi.

“Jadi ketika regulasi dari pemerintah itu dibentuk dan ada, maka penanganan terkait masalah sampah ini akan diyakini bisa lebih maksimal dan lebih baik,” kata dia.

Sebelumnya, bantaran sungai Cisarua yang berada diantara dua desa itu terlihat kumuh.

Pasalnya di lokasi tersebut terdapat gundukan sampah yang begitu banyak disertai bau tak sedap saat melintas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tak hanya di bantaran sungai tersebut, di aliran sungai itupun hampir dipenuhi sampah berbagai jenis. Mulai sampah plastik, kertas, bekas sayuran dan sebagainya.(dan)