Innalillahi, Balita yang Didiagnosa Gizi Buruk di Cimacan Dikabarkan Meninggal Dunia

GIZI BURUK: Penanganan Muhammad Syaefi Syalaf Ramadhan alias Alaf (13 bulan) balita gizi buruk oleh pemerintah desa bersama tim medis dirujuk ke RSUD Cimacan.Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Balita asal Kampung Kubang, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas bernama Muhammad Syaefi Syalaf Ramadhan, biasa dipanggil Alaf (13 bulan) yang sebelumnya didiagnosa oleh dokter RSUD Cimacan mengalami gizi buruk, kini telah berpulang ke Rahmatullah sekitar pukul 12.00 Wib, Sabtu (3/7/2021), di RSUD Cimacan.

Kasubag Umum dan Kepagawaian RSUD Cimacan, Endri Cedo Nufli, mengatakan Alaf meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis selama beberapa hari. Namun karena kondisinya terus menurun, Alaf kemudian wafat sekitar pukul 12.00 Wib.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penyebab meninggalnya pasien secara medis, yakni karena sesak berat. Bahkan hasil pemeriksaan foto rontgen rongga dada menunjukkan, ada TB paru.

“Jadi karena kondisi fisik yang sangat lemah membuat proses pemulihan menjadi sangat sulit. Dengan pemberian oksigen yang sudah ditingkatkan, berikut tambahan nutrisi untuk kebutuhan anak gizi buruk dan pertolongan medis lainnya juga kurang cukup membantu pasien kembali pulih. Meski kondisi sempat terjadi perbaikan, namun ternyata hanya sementara, dan akhirnya perburukan dan kembali terjadi sesak,” terangnya kepada radarcianjur.com, Sabtu (3/7).

Ia mengatakan, selama proses pertolongan medis, pihaknya pun telah memberian suplay oksigen yang cukup. Termasuk pemberian transfusi darah golongan O sejumlah 25cc.

“Sempat juga diberikan bantu nafas secara manual,” ucapnya.

Terlebih, lanjutnya, pihak RSUD Cimacan dalam hal penanganan medis telah memberikan tindakan secara maksimal. Baik itu obat-obatan, termasuk formula nutrisi standard WHO.

“Untuk perjalanannya, pasien masuk IGD sejak Selasa (29/6/2021), dan keluar dinyatakan meninggal dunia dari perawatan pada Sabtu (3/07/2021),” tandasnya.

Kepala Desa Cimacan Deden Ismail mengatakan, meninggalnya Balita bernama Muhammad Syalaf tersebut, atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah Desa Cimacan, mengucapkan bela sungkawa dan turut berduka cita.

“Ini sudah menjadi takdir dari Allah subhanahu Wa ta’ala. Karena kami dari pemerintah Desa juga Pemkab Cianjur dan pihak medis sudah berusaha semaksimal mungkin, sampai mencari darah ke PMI, tapi ya ini hasilnya. Alloh telah menakdirkan ini kepada kita semua,” tutur Deden saat dihubungi, Sabtu siang.

Pihaknya berharap, hal ini tentu bisa menjadi hikmah bagi semua, khususnya dalam penanganan mengenai masalah gizi buruk.

“Ini bukan hanya tanggung jawab orang per orang saja, tapi sudah menjadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.

“Kami berharap ke depannya kasus-kasus seperti ini bisa sesegera mungkin ditanggulangi bersama. Sehingga tidak terjadi lagi karena hal tersebut,” pungkasnya. (dan)