Puluhan Kendaraan Diputar Balik di Perbatasan Cianjur-Bogor

Operasi penyekatan yang dilakukan petugas gabungan di perbatasan Cianjur-Bogor, Minggu (4/7/2021). Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Petugas gabungan terus melakukan penyekatan di perbatasan Cianjur-Bogor, tepatnya di tapal batas Seger Alam Desa Ciloto Kecamatan Cipanas, Cianjur sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pemerintah dari 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Hasil penyekatan yang digelar Polri-TNI, Satpol-PP, beserta para relawan Minggu (4/7/2021) hingga pukul 11.00 WIB, mencapai puluhan kendaraan terpaksa diputar balik saat akan melintas dari Bogor menuju Cianjur.

“Ini demi menegakkan aturan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona yang hingga saat ini masih terus meningkat berdasarkan gugus tugas Covid-19,” ujar Kapolsek Pacet, AKP Galih Apria kepada radarcianjur.com, Minggu (4/7).

Pihaknya merinci, kendaraan yang telah diputar balik sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB itu, berjumlah 63 kendaraan. Diantaranya 38 motor dan 25 mobil.

“Jadi totalnya 63 kendaraan yang diputar balik dari 124 kendaraan yang diperiksa setelah dua jam operasi penyekatan. Karena kami lakukan penyekatan gunakan sistem acak/ random,” jelasnya.

Pihaknya mengaku, hingga operasi tersebut berlangsung, tak ada pengendara yang dilakukan swab Antigen atau Genose oleh petugas. Karena menurutnya, hampir rata-rata warga luar Cianjur yang melintas, bersedia untuk putar arah.

“Kalau bukan warga Cianjur dan tidak membawa surat keterangan bebas Covid-19, maka terpaksa harus putar balik. Kecuali warga domisili Cianjur dan sudah memiliki surat bebas Corona, baru mereka bisa melintas,” kata dia.

Hasil yang didapat dari penyekatan pun dinilai sudah maksimal. Meskipun hanya ratusan dan puluhan kendaraan diputar balik. Karena menurutnya, mulai dari perbatasan Bogor pun jelas sudah ada operasi tersebut.

“Hasil pantauan kendaraan yang melintas tak begitu banyak. Selain karena tempat wisata di Cianjur telah ditutup, kemungkinan besar di perbatasan Bogor sana pun pengendara yang melintas sudah diperiksa. Makanya ke perbatasan Cianjur jadi sedikit,” tukasnya.

Sebelumnya, Pemerintah pusat telah memberlakukan PPKM mikro darurat yang dimulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Pemberlakuan tersebut terjadi karena adanya kenaikan kasus terkonfirmasi Covid-19 di pulau Jawa-Bali. Salah satunya kabupaten Cianjur sendiri ikut mendukung program tersebut guna menekan penyebaran Covid-19.

“Mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021, akan diberlakukan PPKM mikro darurat. PPKM mikro darurat perlu dukungan dari masyarakat,” ujar Bupati Cianjur, Herman Suherman kepada wartawan.

Maka dari itu, sejumlah perbatasan pun kembali dilakukan penyekatan kendaraan. Salah satunya yang digelar di perbatasan Cianjur-Bogor mulai Sabtu kemarin hingga tanggal 20 Juli nanti. (dan)