Dua Hari PPKM Darurat, Okupansi Hotel di Cianjur Anjlok

Reservasi di salah satu hotel di wilayah Puncak Cipanas Cianjur sebelum diterapkannya PPKM Darurat. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dampak adanya penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang telah berlangsung tiga hari kemarin hingga kini, sangat berimbas pada okupansi atau tingkat hunian hotel yang ada di Kabupaten Cianjur. Anjloknya pengunjung hotel dua hari kemarin saja bisa mencapai 80 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel Restaurant Indonesia (PHRI) Badan Pengurus Cabang (BPC) Cianjur, Nano Indrapraja mengatakan, imbas penerapan PPKM Darurat di Jawa dan Bali khususnya bagi para pelaku usaha pariwisata hotel dan restoran sungguh sangat terlihat jelas.

Kendati begitu, pihaknya mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha di bidang tersebut harus mengindahkan intruksi serta menjalankan imbauan pemerintah terkait penerapan PPKM hingga 20 Juli nanti.

“Kita harus yakin, semua akan indah pada waktunya. Meskipun beberapa waktu lalu kita mulai bangkit dan kini terpuruk lagi, mudah-mudahan tetap semangat,” ujarnya kepada radarcianjur.com, Senin (5/7/2021).

Di sisi lain, pihaknya memastikan bahwa okupansi di PPKM Darurat ini merosot mencapai sekitar 80 persen.

“Untuk tingkat hunian mencapai angka 10 hingga 20% pun sungguh sulit. Meski begitu, kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk bisa bertahan akan situasi ini,” kata Nano.

Dengan begitu, pihaknya berharap agar pemerintah lebih dekat lagi dengan para pelaku pariwisata di Kabupaten Cianjur ini. Sehingga setiap permasalahan dan kesulitan yang ada bisa kami hadapi bersama.

“Harapan kami setelah 20 Juli nanti pandemi ini sedikit demi sedikit menghilang, khususnya di kabupaten Cianjur umumnya di Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya mengajak kepada para pelaku pariwisata khususnya hotel dan restoran yang tergabung di PHRI, bisa kuat dan tetap semangat menghadapi kenyataan ini.

“Baru dua hari saja kondisinya sudah seperti ini. Tetapi kami tetap berharap semuanya bisa kembali normal dan perekonomian masyarakat serta pelaku usaha kembali pulih,” pungkasnya. (dan)