Forkopimda Cianjur Turun ke Perbatasan, Pantau Penyekatan Mobilitas Masyarakat

INTROGASI: Bupati Cianjur, Herman Suherman menanyakan salah satu pengendara yang akan memasuki Kabupaten Cianjur. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro darurat yang sudah berjalan tiga hari. Perbatasan Kabupaten Cianjur dengan daerah lainnya turut dijaga ketat oleh petugas gabungan.

Pada hari ketiga, Bupati Cianjur, Herman Suherman bersama jajaran Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) memantau pelaksanaan penjagaan di Kecamatan Haurwangi, Senin (5/7).

Herman mengatakan, PPKM Darurat dilakukan menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia agar melaksanakan PPKM darurat Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

“Ini sesuai dengan Instruksi Mendagri PPKM darurat Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat CoViD-19 di Wilayah Jawa dan Bali,” ujarnya.

Pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut memantau di seputar kota dan pebatasan. Pihaknya memantau langsung pos-pos penyekatan.

“Kami lihat juga secara langsung pos-pos penyekatan dalam rangka mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 untuk pengendalian penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Orang nomor satu di Cianjur meyakini, pihaknya bersama masyarakat Cianjur telah siap mematuhi pelaksanaan serta semua aturan terkait PPKM Darurat yang sudah diberlakukan.

“Alhamdulillah dari hasil pantaun, warga masyarakat Cianjur sudah memahami dan melaksanakan ketentuan penerapan PPKM Darurat ini,” paparnya.

Selain itu, ia menilai, semua ketentuan yang diberlakukan bertujuan untuk menyelamatkan masyarakat melalui pembatasan mobilitas yang tidak esensial dan akhirnya diharapkan dapat mengendalikan bahkan mengentikan laju penularan Covid-19.

“Untuk memantau kegiatan masyarakat hingga level kecamatan dalam rangka upaya mengendalikan penularan, saat ini Pemerintah Kabupaten Cianjur telah bekerja sama dengan semua elemen bangsa termasuk TNI dan Polri,” tutupnya. (kim)