Kepala Desa Cimanggu Meninggal Dunia, Kendali Pemerintahan Dipimpin Sekdes

Almarhum Afandi Kepala Desa Cimanggu Kecamatan Cibeber.

RADARCIANJUR.com- Pemerintah Desa Cimanggu Kecamatan Cibeber saat ini tengah berduka, pasalnya belum usai habis masa jabatannya kepala Desa yang memimpin Desa tersebut meninggal dunia pada (Minggu 04/07/2021).

Hal tersebut membuat pucuk pemerintahan di Desa tersebut terjadi kekosongan hingga saat ini.

Dikonfirmasi Radar Cianjur melalui sambungan telepon, (Senin 05/07/2021) Camat Cibeber Ali Akbar mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan agar tidak terjadi kekosongan pemerintahan di Desa Cimanggu.

“Innalilahi Wainailaihi Rojiun, telah berpulang kepala Desa Cimanggu Almarhum Afandi di salah satu rumah sakit di kota Bandung akibat penyakit komplikasi. Kami pihak kecamatan akan melakukan tindakan agar tidak terjadi kekosongan di pemdes Cimanggu,”katanya.

Ali menjelaskan, upaya yang akan dilakukan pihaknya dengan mengirimkan surat kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur.

“Kami akan mengirimkan surat kepada DPMD Kabupaten Cianjur sesuai prosedur yang berlaku untuk memberitahukan telah terjadi kekosongan pemerintahan di Desa Cimanggu,”ungkapnya.

Terpisah, Staff Bina Lembaga Dan Perangkat Desa Ayi Mulyadi hingga saat ini belum menerima surat dari Kecamatan Cibeber.

“Kalau untuk lisan kami sudah mengetahui, hanya saja untuk surat-surat belum menerima,”kata Ayi.

Ayi menjelaskan ada mekanisme sesuai peraturan pemerintah tentang pejabat sementara yang akan menggantikan kekosongan pemerintahan desa usai di tinggal Kepala Desa dengan berbagai sebab.

“Untuk kekosongan Pemerintahan di desa apabila ditinggal kepala desanya akibat beberapa hal, maka otomatis kendali pemerintahan dipegang Sekdes sampai adanya Pejabat Sementara (PJS) yang ditunjuk pihak kecamatan,”ungkapnya.

Ayi menjelaskan, pihaknya akan menerbitkan Surat Kerja (SK) kepada PJS dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditunjuk Pihak Kecamatan.

“Nanti tahapannya BPD Desa mengirimkan surat kematian kepada Pihak Kecamatan, kemudian kecamatan mengirimkan surat kepada DPMD, setelah diterima maka dapat dilakukan musyawarah untuk memilih PJS, jika sudah terpilih nanti akan kita buatkan SK pengangkatan,”tandasnya. (byu)