Pemdes Sukatani Gelar Musyawarah Soal TPS Ilegal di Sungai Cisarua

Pemdes, Bumdes dan tokoh masyarakat tengah melakukan musyawarah terkait penanganan sampah di bantaran sungai Cisarua Sukatani-Sindanghaya.

RADARCIANJUR.com – Pemerintah desa Sukatani Kecamatan Pacet, akhirnya melakukan musyawarah bersama tokoh masyarakat yang berada di wilayah Gunungputri beserta pengelola teknis sampah melalui Bumdes, yang berlangsung di Aula desa belum lama ini.

Perwakilan dari Pemerintah Desa Sukatani, Sumardi mengatakan, setelah ramainya isu sampah yang dibuang di bantaran sungai Cisarua di perbatasan Sukatani-Sindangjaya, Pemdes Sukatani telah melakukan musyawarah bersama, guna menentukan solusi terbaik penanganan sampah tersebut.

“Kami sudah lakukan musyawarah bersama, dan solusi sementara ditetapkan bahwa di setiap Jum’at akan dilakukan pengangkutan sampah rumah tangga melalui Bumdes di wilayah Gunungputri,” kata dia, Senin (5/7).

Tak hanya itu, pihaknya menyebut, kedepan bantaran sungai di pinggir jalan menuju Sindangjaya itu akan ditutup menggunakan pagar sekaligus dipasang spanduk larangan buang sampah.

“Jadi untuk yang di arah selatan Gunungputri sudah dipagar kayu. Nah untuk di wilayah sungai Cisarua, kedepan akan segera dipagar dan disterilkan,” kata dia.

Direktur Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sukatani, Asbim Misbahudin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi bersama Pemdes dan tokoh masyarakat, yang akhirnya akan dilakukan pengangkutan sampah setelah dikelola ke-RTan hingga nantinya diangkut oleh Bumdes ke TPA Cianjur.

“Iya kang hasil musyawarah sementara baru seperti itu. Sampah warga diangkut pihak ke-RTan, dan selanjutnya kami angkut di pinggir jalan Gunungputri setiap Jum’atnya,” kata Asbim.

Setelah beberapa waktu kedepan solusi sementara itu berjalan baik, maka pihaknya akan melakukan inovasi bersama Pemdes seperti pengelolaan biogas untuk sampah organik, dan pengelolaan TPS3R jika telah dibangun.

“Sambil menunggu hasil yang sekarang dijalankan, baru kita akan melakukan musyawarah lagi untuk mengevaluasi seberapa besar teknis seperti itu. Mudah-mudahan ini bisa efektif sementara sebelum dilakukan inovasi besar lainnya dalam pengelolaan sampah,” pungkasnya. (dan)