Forkopimda Cianjur Sidak Pabrik, Masih Ada Pelanggaran Aturan PPKM Darurat

LANGGAR: Bupati Cianjur, Herman Suherman bersama Forkopimda Cianjur masih menemukan kondisi ruang kerja di pabrik yang penuh dan belum memenuhi ketentuan 50 persen. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur melakukan sidak ke dua pabrik terbesar di Kabupaten Cianjur yakni PT Fasic Indonesia dan PT Pou Yuen Indonesia (PYI) yang berada di Jalan Raya Bandung. Kedatangan kepala pejabat di Kabupaten Cianjur tersebut membuat pimpinan perusahaan cukup membuat pelik.

Kedatangan tersebut dalam rangka memonitoring sektor industri yang tetap beroperasi di saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro darurat.

Bupati Cianjur, Herman Suherman beserta jajaran masih mendapati pelanggaran di dua pabrik tersebut. Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) didapatkan tidak diterapkannya aturan kapasitas pekerja dengan jumlah 50 persen.

Dari hasil pemantauan, pekerja memang menerapkan prokes. Tapi untuk jumlah pekerja masih terlihat penuh.

“Di PYI sudah melakukan 50 persen tapi tidak mematuhi protokol kesehatan, satu ruangan full satu ruangan kosong. Yang diinginkan satu ruangan terisi 50 persen, harus dirubah setiap ruangan 50 persen,” ujar Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Lanjutnya, pada saat sidak di PT Fasic Indonesia belum memenuhi ketentuan 50 persen, karyawan masih melebihi kapasitas. Pihak pabrik beralasan hal tersebut dikarenakan adanya order.

“Alasannya karena ada order, jika belum melaksanakan ketentuan akan dibawa ke pengadilan untuk sidang tipiring,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai menuturkan, saat ini pihaknya masih memberikan keringanan. Namun jika nanti kembali ditemukan pelanggaran, akan diproses sidang tindak pidana ringan (tipiring).

“Masih memberikan keringanan, jika masih tidak sesuai ketentuan akan diproses sidang tipiring. Jajaran aparat penegak hukum (APH) sudah menyiapkan untuk pelaksanaannya,” singkatnya. (kim)