Terapkan PPKM Darurat, Pelaku Usaha Harus Tutup Sementara

Salah satu pelaku usaha jual beli pakaian di pasar Cipanas sebelum diberlakukannya PPKM darurat. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sejumlah pelaku usaha terpaksa harus menelan pil pahit. Beberapa jenis perdagangan dipaksa untuk tutup sementara, supaya diharapkan bisa menekan mobilitas masyarakat dan tidak terlalu memicu kerumunan di masa PPKM darurat ini.

Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag kabupaten Cianjur, Nana Rukmana mengatakan, setelah dikeluarkan surat edaran dari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-pp) yang berisi tentang pembatasan jam operasional pelaku usaha serta penutupan terhadap pedagang sandang atau non pangan, tentunya harus tetap dilakukan dan ditaati para pedagang.

“Jadi tertanggal hari ini, Selasa (6/7/2021) seluruh pedagang baik di pasar, toko-toko dan beberapa pedagang kaki lima yang menjual sandang atau non pangan, harus ditutup sementara sesuai instruksi pemerintah,” kata dia saat dihubungi radarcianjur.com, Selasa (6/7).

Dasar diterapkannya aturan tersebut tentu berdasarkan pengumuman Nomor : 300 / 402 / Sat Pol Pp Dan Damkar / 2021 serta Perbup Nomor 6 Tahun 2021 tentang pengenaan sanksi administratif terhadap pelanggaran protokol kesehatan pada pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Ditambah surat edaran Bupati Cianjur tanggal 2 Juli 2021 Nomor : 443.1/4558 / KESRA tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Cianjur.

“Jadi mau tidak mau tentu kita harus sama-sama melaksanaan aturan itu. Meskipun di lapangan kita tau, masih ada yang belum menerapkan hal tersebut,” ujarnya.

Beberapa pelaku usaha yang harus membatasi jam operasional, dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 diantaranya pedagang yang menjual kebutuhan sehari-hari (sembako) hingg pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%.

“Seperti pasar tradisional milik Pemda, Pemdes, dan swasta itu harus dibatasi, jikalau mereka tetap buka. Hingga pukul delapan malam,” ujarnya.

Beberapa sektor lainnnya yang masih bisa buka dengan pembatasan tadi yakni, pasar swalayan, toko kelontong, jasa binatu atau laundry, supermarket dan minimarket, Apotik dan toko obat serta pelayanan kesehatan dapat buka selama 24 Jam.

“Untuk kegiatan makan minum di rumah makan, restoran, warung makan, kafe, serta lapak jajanan pun tetap dibatasi dengan cara hanya menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, penutupan sementara bagi para pelaku usaha yang tertera dalam pengumuman di masa PPKM darurat ini diantaranya, pasar hewan, tempat hiburan malam dan karaoke, show room atau dealer, toko sepeda, perhiasan, emas, perak dan sejenisnya, termasuk toko busana pakaian sepatu sandal dan sejenisnya.

“Aturan tersebut berlaku selama 16 hari terhitung mulai 5 Juli sampai 20 Juli 2021 nanti,” tukasnya. (dan)