Sidang Pertama Pelanggar PPKM Darurat, Bayar Denda Atau Kurungan Dua Hari

PASRAH: Kurang lebih 15 masyarakat yang melanggar protokol kesehatan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Di hari keempat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro darurat di Kabupaten Cianjur didapati kurang lebih 15 pelanggar protokol kesehatan (prokes). Beberapa diantaranya tidak memakai masker. Dari pelanggar tersebut turut terjaring seperti masyarakat umum dan juga beberapa diantaranya pemilik usaha.

Masyarakat yang terjaring, rata-rata digelandang dari Pasar Muka Cianjur yang kedapatan oleh petugas tidak mengunakan masker. Sehingga terpaksa harus mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur.

Salah satu masyarakat yang ikut terjaring yakni Agus (27) yang berprofesi sebagai supir angkutan kota (angkot). Dirinya menuturkan, saat itu tengah menunggu penumpang, namun tidak menggunakan masker.

“Saya kena denda Rp100 ribu, saya bilang enggak sanggup. Kalau enggak ditahan dua hari, kalau ditahan anak istri saya mau makan apa?,” ujarnya.

Lanjutnya, tiga hari kedepan, dirinya harus kembali ke PN Cianjur untuk membayar denda. Dirinya pun pasrah dengan sanksi yang dijatuhkan kepadanya.

“Ya kalau enggak dapet uang, terpaksa ditahan dua hari. Saya berusaha mah pasti,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas PN Cianjur, Donovan Akbar mengatakan, yang menjalani sidang kurang lebih 15 masyarakat dengan beragam profesi.

“Sanksinya beragam tapi rata-rata denda variable antara Rp50-Rp100 ribu,” terangnya.

Ia menambahkan, di aturan memang ketika tidak dapat membayar denda diganti dengan kurungan. Namun masih diberikan keringanan dengan waktu tiga hari dan kembali ke Kejaksaan Negeri Cianjur.

“Ini sidang pertama kali mengenai pelanggaran PPKM mikro darurat,” tutupnya. (kim)