PPKM Mikro Darurat, Juga Berdampak Pada Seniman Lukisan Cianjur

DAMPAK PPKM: Seorang Pengrajin Seniman Lukis Cianjur yang terdampak PPKM Mikro Darurat. Foto : Istimewa

RADARCIANJUR.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat berimbas kepada semua sektor.

Dampak dalam penerapan PPKM Mikro Darurat juga dialami penggiat seni lukis yang ada di Kabupaten Cianjur.

Salah seorang pelukis dan pemilik Jenggot Art Studio, Yono (56) mengatakan, saat ini lukisan yang dijualnya sulit untuk bisa laku terjual.

“Alhamdulillah masih ada saja walaupun turun separuh tapi kita syukurin aja, kita mau gimana lagi kalau profesi kita melukis ya melukis aja,” katanya.

Akan tetapi Yono beserta tujuh pelukis lainnya tetap konsisten melukis walaupun pandemi Covid-19, serta penerapan PPKM mempersulit penjualan.

“Jadi kita ngelukis buat nyetok tatkala ekonomi baik dan stabil kita sudah punya stok. Jadi, ngambil profesi ini jangan saat lakunya, toh semua kena masa mau nyalahin corona,” ungkapnya.

Profesi Yono dan kawan-kawan telah digeluti selama 20 tahun, namun 2 tahun terakhir adanya wabah Covid 19 dan ikut terkena dampak.

“Tetap kita melukis secara profesional dan 2 tahun belakangan memang ada pandemi Covid-19. Tapi bukan berarti harus goyah dan semangat dalam berkarya,” tuturnya.

Yono mengungkapkan ia dan kawan-kawan belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah meski profesi yang digelutinya ikut terdampak.

“Untuk saya pribadi belum ada bantuan dari pemerintah, saya juga nggak mau ribet. Mengalir aja,” bebernya.

Yono menjelaskan, harga lukisan di tengah pandemi ini sangat tidak bisa terkontrol. Bahkan, ia mengaku sudah sangat bersyukur ada satu lukisan saja yang dapat terjual.

“Dulu ukuran besar bisa Rp20 juta sekarang separuhnya saja sudah Alhamdulillah, kecuali yang udah langganan bisa Rp20 juta jadi Rp15 juta, kalau orang yang baru beli nggak mungkin sampe segitu,” jelasnya.

Yono berpesan kepada semua pelukis yang ada di Kabupaten Cianjur untuk terus semangat dalam berkarya. Ia yakin bahwa tidak ada masalah yang tanpa penyelesaian.

“Ngelukis ya ngelukis aja nggak harus berhenti, pasti laku, kemarin laku masa sekarang nggak laku. Makan anak istri dari lukisan masa mundur apalagi alih pekerjaan ke yang bukan profesi kita,” tandasnya.(byu)