Kabareskrim Bersama Forkopimda Tinjau Pabrik Obat di Pacet

PENINJAUAN : Dilakukan Kabareskrim beserta rombongan yang didampingi Forkopimda Cianjur ke sejumlah tempat dalam masa PPKM mikro darurat.Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri beserta rombongan, yang didampingi Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Cianjur, meninjau sekaligus mengecek pendistribusian obat-obatan bagi pasien Covid-19 di masa PPKM mikro darurat ini ke salah satu pabrik di wilayah Pacet, Cianjur, Jum’at (9/7/2021).

Kepala Badan Reserse (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal Agus Andrianto mengatakan, kegiatan pengawasan yang dilaksanakan oleh Mabes Polri dan seluruh jajaran Kepolisian ini dalam rangka pengecekan obat-obatan bagi pasien Covid di seluruh daerah terutama empat jenis obat yang terjangkau oleh masyarakat.

“Memang mekanisme perubahan harga eceran yang lama dan yang baru itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun kami sudah menyarankan ke Kementerian Kesehatan untuk membuat surat edaran bahwa boleh dicoret, tetapi di invoice pembelian sudah tercatat dan disahkan sesuai dengan harga eceran yang dikeluarkan pemerintah,” paparnya kepada wartawan, Jum’at (9/7).

Selain itu, pihaknya juga menerima informasi bahwa dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), akan segera merevisi harga peredaran obat-obatan tersebut, sehingga bisa segera terealisasi di lapangan.

“Mudah-mudahan temen-temen media juga bisa membantu hal ini, supaya BPOM bisa segera merevisi harga eceran 4 jenis obat yang diperlukan bagi pasien covid 19. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan obat tersebut dengan mudah,” ujarnya.

Kapolres Cianjur, AKBP Moch Rifa’i menambahkan, kedatangan Bapak Kabareskrim Jum’at ini dalam rangka melaksanakan koordinasi dengan salah satu pabrik yang menjadi produsen obat-obatan di wilayah Kecamatan Pacet.

“Jadi beliau (Kabareskrim) meminta agar obat-obatan bagi pasien Covid-19 ini bisa segera didistribusikan ke warga yang tengah menjalani perawatan Covid,” ujar Kapolres, Jum’at (9/7).

“Intinya Kabareskrim meminta agar proses distribusi obat-obatan ini bisa segera didistribusikan dan bisa diproduksi lagi sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kapolres memperkirakan, sudah ada lima hingga enam dus besar obat-obatan bagi kebutuhan pasien Corona yang tersedia di pabrik itu.

“Ada sekitar 5 hingga 6 dus besar yang diantaranya obat Antibiotik untuk pasien Covid sudah tersedia. Kalau secara butirnya kami belum menghitung itu,” ucapnya.

Tak hanya itu, kedatangan Kabareskrim pun tentunya ingin memastikan ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan bagi pasien Covid, stoknya terjaga.

“Sebetulnya kita juga sering mengecek apotik-apotik, mulai dari obat antibiotik maupun obat penunjang covid seperti multivitamin. Sehingga ketersediaan di Cianjur bisa terjaga,” pungkasnya. (dan)