Dalam Sepekan Saat PPKM Darurat, Ratusan Kendaraan Diputar Balik

DIPERIKSA: Petugas tengah memeriksa kendaraan yang akan melintas ke Cianjur, di perbatasan Cianjur-Bogor, Ciloto Cipanas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Penyekatan kian gencar dilakukan aparat gabungan untuk mengurangi aktivitas warga yang akan masuk ke wilayah kabupaten Cianjur saat kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlangsung.

Selama sepekan lebih berjalannya PPKM darurat dan dilakukan penyekatan, khususnya di tapal batas Seger Alam Puncak Cianjur, ribuan kendaraan bermotor dan roda empat diperiksa petugas.

Bahkan, sekitar 700 lebih kendaraan baik roda dua maupun roda empat dan kendaraan barang diputar balik.

“Sejauh ini kendaraan yang kami putar balik antara roda dua dan empat itu seimbang, yakni mencapai 700 unit. Karena jika dipukul rata dalam sehari bisa mencapai 50 hingga 60 untuk roda empat dan pengangkut barang. Ditambah roda dua yang diperkirakan mencapai 350 unit dalam seminggu,” terang Kapolsek Pacet AKP Galih, Minggu (11/7/2021).

Menurutnya, ratusan kendaraan tersebut diputar balik karena tidak memiliki tujuan khusus atau tidak memiliki kepentingan mendesak saat ditanya petugas. Ditambah mereka tidak bisa memperlihatkan surat keterangan bebas Covid-19.

“Jadi ada pula warga yang hanya jalan-jalan atau sekedar untuk melintas, karena akan ke daerah lain. Makanya kami arahkan putar balik karena mereka tidak dapat menunjukkan bukti vaksin Covid-19,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pergerakan arus lalu lintas sejak diberlakukannya PPKM mikro darurat ini terbilang sudah sangat menurun. Karena menurutnya, warga di luar Cianjur pun sudah mengetahui aturan tersebut. Ditambah, sebelum datangnya ke Cianjur, di perbatasan Bogor pun telah ada penyekatan.

“Kami melakukan penyekatan sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai. Berdasarkan pantauan di waktu itulah, kendaraan yang melintas sudah terlihat menurun, jika dibandingkan hari-hari sebelum PPKM,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam pergerakan masyarakat di sektor non esensial pun, tentunya kini sudah berangsur lebih baik. Karena pihaknya bersama petugas lain gencar melakukan sosialisasi dan monitoring ke beberapa wilayah.

“Sejauh ini kegiatan penyekatan akan terus dilakukan mulai pagi hingga selesai. Termasuk mengecek dan memonitor pergerakan masyarakat di sejumlah toko non esensial,” pungkasnya. (dan)