Belum Divaksin, Lansia Kena 2 Varian Covid, 5 Hari Kemudian Meninggal

RADARCIANJUR.Com Lansia merupakan kelompok prioritas untuk divaksinasi Covid-19. Sebab mereka merupakan kelompok rentan. Jika belum divaksinasi lalu tertular Covid-19 bisa saja mengalami seperti yang terjadi pada lansia di Belgia. Lansia 90 tahun meninggal dunia setelah tertular 2 varian sekaligus.

FOX10 seperti dilansir Science Times, melaporkan kasus pasien tersebut dibahas di Kongres Eropa tentang Mikrobiologi Klinis & Penyakit Menular atau ECCMID sebagai bagian dari studi Belgia. Perempuan itu dilarikan ke rumah sakit setelah dinyatakan positif Covid-19 oleh European Society of Clinical Microbiology and Infectious Diseases.

Ketika pasien dirawat di rumah sakit, dia memiliki kondisi kesehatan yang baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan pernapasan. Meskipun demikian, kesehatannya mulai menurun dengan cepat dan dia meninggal lima hari kemudian. Setelah kematiannya, para peneliti menemukan lansia itu tertular strain Inggris dan strain Afrika Selatan. Para dokter menjalankan tes awalnya untuk mencari jenis mutasinya lewat pengujian PCR.

Para peneliti mengatakan percaya ini adalah kasus pertama yang terdokumentasi. Seperti diketahui, jarang ada infeksi ganda serupa terjadi di dunia.

Seorang ahli biologi molekuler dari Rumah Sakit OLV di Aalst, Belgia, Dr. Anne Vankeerberghen, mengatakan kedua varian tersebut sedang beredar di Belgia. Sehingga ada kemungkinan wanita tua tersebut terinfeksi virus yang berbeda dari dua orang yang berbeda. Sayangnya, mereka tidak mengetahui bagaimana pasien tersebut bisa terinfeksi.

Baik varian Inggris dan Afrika Selatan, yang juga dikenal sebagai varian Alfa dan Beta, juga beredar di Amerika Serikat, seperti yang disebutkan dalam laporan The Press Stories. Ini adalah dua dari empat varian yang menjadi perhatian di negara ini saat ini, sebagaimana ditetapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Dua varian lain yang menjadi perhatian di negara tersebut saat ini adalah varian Delta, yang awalnya terdeteksi di India, dan varian Gamma yang awalnya terdeteksi di Brasil dan Jepang. Awal pekan lalu, CDC memperkirakan varian Delta kini telah menjadi jenis virus yang dominan di AS.(mg/jpc)