Dihujani Kritikan dan Cibiran, Kimia Farma Tunda Vaksinasi Berbayar

Petugas kesehatan melakukan penyuntikkan vaksin Covid-19 dosis pertama kepada Lansia di Cilandak, Jakarta, Jumat (26/2/2021). Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menargetkan 21,5 juta warga lansia di Indonesia mendapatkan vaksinasi tahap kedua yang diharapkan selesai pada Mei 2021 guna menekan penyebaran virus Covid-19. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

RADARCIANJUR.com PT Kimia Farma (Persero) Tbk menyampaikan bahwa jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang rencananya akan berlangsung mulai hari ini ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini terjadi setelah keputusan pemerintah soal pengadaan vaksin berbayar menuai reaksi keras dari masyarakat banyak.

“Jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya,” kata Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk, Ganti Winarno dalam keterangannya, Senin (12/7).

Menurutnya, keputusan tersebut karena banyaknya polemik yang terjadi di masyarakat membuat pihaknya memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta.

“Besarnya animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta,” tuturnya.

Pihaknya mengapresiasi masyarakat yang mendukung tercapainya kekebalan komunal (herd immunity) melalui vaksinasi Covid-19 untuk mengakhiri pandemi.

“Terima kasih atas pemahaman para pelanggan serta animo untuk bersama-sama mendorong tercapainya kekebalan komunal (herd immunity) yang lebih cepat di Indonesia,” pungkasnya.(mg/jpc)