Pemain Persebaya Eks Leicester City Maklumi Penundaan Kompetisi

RADARCIANUR.Com Persebaya Surabaya memiliki empat pemain asing. Mereka adalah Taisei Marukawa, Jose Wilkson, Bruno Moreira, dan Alie Sesay. Ini adalah musim pertama empat pemain itu merumput di Indonesia.

Sejatinya, awal pekan ini, mereka bisa melakoni debut. Sayangnya, Liga 1 2021 malah hampir pasti ditunda sampai Agustus mendatang.

Bagaimana tanggapan mereka? Alie Sesay sempat kecewa. Namun, dia memaklumi keputusan tersebut. ”Karena kondisi pandemi memang masih berbahaya,” kata pemain berdarah Inggris itu.

Bahkan, dia melihat penundaan tersebut sebagai sebuah keuntungan. ”Bagus juga karena kami jadi punya waktu untuk melakukan persiapan lebih lama,” ujar mantan pemain Leicester City tersebut.

Apalagi, saat tiba di Indonesia, kondisi fisiknya belum 100 persen. Belum lagi, pemain 27 tahun itu masih harus beradaptasi dengan sepak bola Indonesia.

Jose Wilkson juga demikian. Striker asal Brasil itu sudah memprediksi kompetisi diundur. Sebab, dia tahu persebaran Covid-19 masih tinggi. Karena itu, dia tidak masalah kalau debutnya di Liga 1 harus tertunda.

”Saya mengikuti apa pun peraturan di sini. Tugas saya adalah bermain dan memberikan yang terbaik di lapangan,” ujar pemain kelahiran 22 Maret 1992 tersebut.

Alie maupun Wilkson sama-sama ingin pandemi segera berlalu. Kemudian, kompetisi bisa segera dimulai. Dengan begitu, mereka bisa menjalani debut bersama Green Force, julukan Persebaya.

”Saya cuma bisa berharap liga segera dimulai. Sebab, saya jauh-jauh datang ke sini (Indonesia) memang agar bisa bermain di Liga 1,” ungkap Wilkson.

Saat ini latihan skuad Green Force masih diliburkan. Alie dan Wilkson tetap melakukan latihan secara mandiri. Mereka tidak ingin tampil mengecewakan bersama Persebaya. Terlebih, mereka tahu persaingan di Liga 1 akan sangat ketat. Sebagai bek, Alie bahkan melihat striker di Liga 1 bisa menjadi ancaman.

”Kualitas penyerang setiap tim juga bagus. Baik itu pemain asing maupun lokal. Sepak bola Indonesia juga cukup keras. Jadi, saya memang harus waspada,” jelas pemain kelahiran 25 Juli 1993 tersebut.

Hal serupa dirasakan Wilkson. Bersama Persebaya, dia pernah menghadapi tim Liga 1 Persela Lamongan. Dalam laga itu, Wilkson mampu mencetak hat-trick dan membawa timnya menang 3-1. Meski begitu, dia mengakui tidak mudah mencetak tiga gol.

”Pertahanan tim Liga 1 bagus, kuat dalam berduel, dan keras saat melakukan pertahanan. Saya harus meningkatkan kemampuan lagi selama persiapan,” tegasnya.

Karena itu, dia tidak akan menyia-nyiakan penundaan kompetisi untuk memaksimalkan latihan. ”Saya yakin, dengan persiapan maksimal, saya bisa membongkar pertahanan lawan,” tandasnya.(mg/jpc)